Rumitnya Pengungkapan Kasus Kematian Brigadir J, Ternyata Ada Barang Bukti yang Dihilangkan

Fakta-fakta tentang kasus kematian Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J terus diungkap.

Editor: Giri
Facebook Roslin Emika
Brigadir J dan Bharada E. Polisi menemukan fakta ada perusakan barang bukti di kasus meninggalnya Brigadir J. 

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA – Fakta-fakta tentang kasus kematian Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J terus diungkap.

Namun, ada beberapa kendala yang dialami tim khusus (timsus) penanganan kasus kematian Brigadir J ini.

Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri, Komjen Agus Andrianto, mengatakan, kendala yang dihadapi di antaranya adanya barang bukti yang rusak atau dihilangkan.

“Tentunya memang kendala daripada upaya pembuktian adalah adanya barang bukti yang rusak atau dihilangkan sehingga membutuhkan waktu untuk penuntasan masalah ini,” ujar Agus dalam konferensi pers di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (4/8/2022).

Kendati demikian, Agus belum menuturkan secara persis barang bukti apa saja yang telah dirusak dan hilang tersebut.

Menurutnya, saat ini 25 personel polisi yang diduga tidak profesional dalam menangani perkara kematian Brigadir J juga sedang diperiksa oleh Inspektorat Khusus (Irsus).

Sebagian daripada 25 personel itu, kata Agus, juga sudah ditempatkan di tempat khusus.

Baca juga: Irjen Ferdy Sambo Akhirnya Kehilangan Posisi Kadiv Propam, Ini Sosok yang Menggantikannya

Dia menegaskan, jika ada personel yang ditemukan melakukan pelanggaran pidana, baik itu menghalangi proses penyidikan, menghilangkan barang bukti, menyembunyikan barang bukti sehingga menghambat proses penyidikan, maka akan dilakukan sidang etik.

“Rekomendasi daripada Bapak Irwasum nanti akan kita jadikan dasar apakah perlu kita lakukan peningkatan status mereka menjadi bagian daripada para pelaku,” ucap Agus.

Dalam kasus kematian Brigadir J, polisi telah menetapkan seorang tersangka yakni Bharada E atau Richard Eliezer.

Diketahui, Brigadir J adalah polisi yang meninggal dengan luka tembak di rumah dinas Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) nonaktif Polri Irjen Ferdy Sambo pada 8 Juli 2022.

Akibat kasus ini, Irjen Ferdy Sambo telah dicopot pada Kamis (4/8/2022).

Baca juga: Komnas HAM Temukan Fakta Baru tentang Kasus Brigadir J, Ferdy Sambo Ternyata Pulang Tak Bareng Istri

Sementara Bharada E yang juga polisi sebelumnya disebut terlibat baku tembak dengan Brigadir J.

Bharada E dijerat Pasal 338 KUHP Jo Pasal 55 dan Pasal 56 KUHP. Saat ini, polisi juga sudah menahan Bharada E di rumah tahanan Bareskrim Polri. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com

Sumber: Kompas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved