Breaking News:

Mak Edah, Penjual Jamu Keliling di Karawang, Hidupi Puluhan Lansia dan Janda, Bangun Sekolah Gratis

Mak Edah hanya penjual jamu keliling. Penghasilannya kurang dari Rp 100 per hari. Itu pun hasil menjajakan jamu dari pagi hingga malam hari.

Dokumentasi Mak Edah
Zubaedah atau Mak Edah (45) mendapatkan penghargaan Local Hero Achievement di ajang E2S Proving League, Jumat (29/8/2022). Penjual jamu keliling itu mampu membentuk KWT (kelompok wanita tani) Kenangan untuk membantu puluhan lansia dan janda. Kelompok ini juga mendirikan PAUD gratis. 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id Karawang, Cikwan Suwandi

TRIBUNJABAR.ID, KARAWANG- Sekira tahun 2017, Zubaedah atau Mak Edah (45) mengaku tidak bisa tidur.

Kala itu, ia membaca berita bahwa Desa Tanjung, Kecamatan Banyusari, Kabupaten Karawang, masuk dalam desa rawan pangan.

Mak Edah hanya penjual jamu keliling. Penghasilannya kurang dari Rp 100 per hari. Itu pun hasil menjajakan jamu dari pagi hingga malam hari.

Besoknya, Mak Edah, mendengar akan ada kunjungan dari Dinas Pangan untuk mensosialisasikan desa rawan pangan ke balai desa.

"Katanya ada 9 kategori, tidak ada UMKM, jauh fasilitas kesehatan, kurang sarana pendidikan, kemudian penghasilan masyarakatnya rendah," kata Mak Edah saat dihubungi Tribun Jabar, Kamis (4/8/2022).

Mak Edah pun berpikir untuk membuat masyarakat lebih aktif untuk menjauhkan desanya dari status rawan pangan.

Baca juga: Bandung Rawan Pangan, 95 Persen Pangan dipasok Dari Luar, Warga diimbau Lakukan Antisipasi Ini

"Lalu saya diminta untuk membentuk kelompok. Kata Dinas Pangan, 'coba membentuk KWT (kelompok wanita tani) Kenangan'," katanya.

Dari KWT Kenangan itu, Mak Edah mendapatkan pelatihan beberapa bulan oleh Dinas Pangan.

Setelah mendapatkan pelatihan, Mak Edah mulai berpikir untuk membuka usaha kelompok. Karena keahliannya sebagai penjual jamu keliling, ia pun mulai mencoba membuat jamu kemasan botol dan kerupuk miskin kencur.

"Awalnya modal saya sisihkan dari penjualan jamu keliling. KWT Kenangan isinya adalah janda dan lansia. Saya dan suami sebagai marketing untuk ke warung-warung," katanya.

Dalam sehari Mak Edah, hanya bisa memproduksi 30 botol jamu dan bungkus kerupuk kencur.

Pada 2019, melalui program Kawat Cinta, KWT Kenangan pun mendapatkan bantuan permodalan dari Afiliasi Sub Holding Gas Pertamina, PT Pertamina Gas Operation West Java Area (Pertagas OWJA).

"Itu pun, orang Pertamina harus bolak-balik beberapa kali karena mungkin biar yakin untuk melakukan pembinaan kepada kami, " kata Mak Edah.

Baca juga: Antisipasi Rawan Pangan dan Bencana, Ridwan Kamil Bangun Pusat Komando Ketahanan Pangan

Kini, KWT Kenangan mampu memproduksi 150 botol jamu dan 150 kemasan kerupuk kencur, sumber penghasilan untuk 15 janda dan lansia.

"Sehari antara Rp 35 ribu hingga Rp 40 ribu untuk penghasilan mereka," katanya.

Selain itu KWT Kenangan juga berhasil mendirikan sekolah gratis bernama PAUD Anugerah yang menampung 43 anak.

Atas kegigihan dan semangat memajukan desa dengan program ketahanan pangan serta peningkatan kualitas pendidikan, Mak Edah mendapatkan penghargaan Local Hero Achievement, Jumat (29/8/2022).

Penghargaan tersebut diberikan di ajang E2S Proving League.

Elok Riani Ariza Manager Communication Relation & CSR Pertagas menyampaikan apresiasi atas prestasi yang diraih KWT Kenanga.

"Peran Mak Edah berkontribusi untuk desanya menginsirasi kita semua. Semoga menjadi motivasi bagi desa-desa yang lain. Program CSR dan pendampingan yang dilakukan Pertagas di KWT Kenangan merupakan bukti komitmen perusahaan di bidang pemberdayaan masyarakat yang berdampingan dengan berkontribusi dalam sektor industri migas,” katanya. 

 

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved