Bandung Rawan Pangan, 95 Persen Pangan dipasok Dari Luar, Warga diimbau Lakukan Antisipasi Ini

Warga Bandung agar memanfaatkan pekarangan untuk bercocok tanam, dan yang tidak punya halaman bisa bercocok tanam di pot atau memelihara lele dan ayam

Penulis: Tiah SM | Editor: Siti Fatimah
Istimewa
ilustrasi-Upaya Kementerian Pertanian (Kementan) di bawah komando Menteri Pertanian Syahrul Yasin dalam menyediakan ketersediaan stok pangan utamanya 

TRIBUNJABAR. ID,  BANDUNG- Kota Bandung masuk katagori rentan rawan  pangan karena tidak memiliki lahan pertanian dan pangan 95 persen  tergantung ke Kota dan Kabupaten luar Kota Bandung.

Wali Kota Bandung Oded M Danial, minta kepada seluruh Kota Bandung agar memanfaatkan pekarangan untuk bercocok tanam, atau yang tidak punya halaman bisa bercocok tanam di pot atau memelihara lele, ujar dan ayam.

Baca juga: Siap-siap Bandung Akan Gelar Razia Ini, Catat Jadwalnya

"Untuk mengantisipasi rawan pangan, kita harus berikhtiar menanam apa saja yang bisa dilakukan karena tanah di Indonesia sangat subur, " ujar Oded usai membuka rapat ketahanan pangan di Jalan Merdeka, Kamis (12/11).

Oded berharap, rapat pleno sidang ketahanan pangan bukan menjadi sebuah kegiatan rutinitas setiap tahun akan tetapi kegiatan pleno mampu membuat rumusan  kebijakan ,Kota Bandung tidak rawan pangan .

Baca juga: 9.568 Warga Sumedang diswab Test, 310 orang Positif Covid-19, Ini Rencana Pemkab Sumedang

Oded juga mengingatkan,  sampah juga bisa jadi nilai ekonom dengan mengolah  sehingga sampah tak jadi masalah tapi jadi menambah pendapatan.

Oded merasa bersyukur karena warga Kota Bandung sebagian sudah bercocok tanam apalagi selama masa Pandemi Covid 19 yang bercocok tanam semakin bertambah.

Baca juga: Sejumlah Pemilik Lahan di Sahbandar Majalengka Ingin Ada Keterlibatan Penggarapan dengan Investor

Sementara itu Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Dispangtan) Kota Bandung Gingin Ginanjar mengatakan untuk mengatasi rawan pangan, pihaknya selalu menyiapkan stok beras  disiapkan  80 ton setiap tahunnya. 

"Kota Bandung retan rawan pangan karena  tidak punya produksi lokal, mengandalkan pangan dari luar kota Bandung tapu Kota Bandung punya  kolektor distributor baik pasar, agen dan penjual, kita koordinasi sehingga stok selalu ada," ujar Gingin .

Baca juga: Tak Berizin, 5 Tambang Pasir di Kaki Gunung Tampomas Disegel, Pemiliknya Bakal Langsung Di-BAP

Untuk antisipasi rawan pangan setiap tahun digelar sidang pleno ketahanan pangan mengambil langkah- langkah dan cara agar Kota Bandung tidak kekurangan pengan .

"Pangan di Kota Bandung aman sampai tahun baru stok beras 80 ton bari terpakai sedikit, baru terpakai bencana kebakaran  dan banjir," ujar Gun Gin. 

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved