Dituntut 5 Tahun Penjara, Habib Bahar: Saya Merasa Tidak Bersalah, Saya Tidak Berpikir Manis

Dalam pleidoi atau nota pembelaan lisannya, Habib Bahar menyatakan ucapannya dalam ceramah sesuai fakta, diperkuat bukti foto jasad enam laskar FPI

Tribun Jabar/Nazmi Abdurahman
Habib Bahar setelah sidang beragenda putusan sela di PN Bandung, Jalan LLRE Martadinata, Kota Bandung Selasa (26/4/2022).  

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nazmi Abdurahman

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG- Habib Bahar bin Smith merasa tidak ada yang salah dengan isi ceramahnya di Margaasih, Kabupaten Bandung.

Ceramah tersebut yang mengulas peristiwa kematian Laskar FPI di KM 50 dan penyebab Habib Rizieq dipenjara. 

Dalam pleidoi atau nota pembelaan lisannya, Habib Bahar menyatakan ucapannya dalam ceramah sudah sesuai fakta, diperkuat bukti foto jasad enam laskar FPI

"Kalau kasus saya yang dulu, saya akui salah, tapi tidak dalam agama. Dalam kasus ini, saya tidak mengaku salah secara negara atau agama. Saya tidak merasa bersalah," ujar Habib Bahar saat sidang di Pengadilan Negeri (PN) Bandung, Jalan LLRE Martadinata, Kota Bandung, Kamis (4/8/2022) malam.

Meski demikian, Habib Bahar merasa dirinya tetap akan diputus bersalah oleh majis hakim.

"Saya nggak mungkin yang mulia memutus benar. Kalau (vonis) tidak bersalah, maka akan terungkap siapa dalang pembantaian KM 50. Saya yakin diputus bersalah. Saya tidak berpikir manis. Jiwa saya pejuang," katanya.

Baca juga: Habib Bahar Ngaku Tertawa Baca Dakwaan, Singgung Kalimat untuk Keadilan, Tuding Ada Intervensi

Bahar pun mengaku siap menghadapi vonis majelis hakim. Ia mengaku tidak akan pernah mundur melawan kedzaliman.

"Saya tidak peduli seberapa besar tuntutan, ancaman. Tetap saya tegak, tidak pernah menundukan kepala untuk melawan kezaliman demi membela bangsa, agama, dan rakyat. Jangankan dipenjara, nyawa saya, jiwa saya, murah harganya," ucap Habib Bahar

Majelis hakim yang diketuai Dodong Rusdani menanggapi soal tersebut. Dia mengatakan persidangan terhadap Bahar ini didasari adanya proses hukum. 

"Kami mengadili Habib ada dasar hukumnya. Begitu juga jaksa. Hanya persoalan nanti bagaimana, kita serahkan kepada Allah, karena Allah yang memiliki keadilan," ujar Dodong.

Sebelumnya, JPU dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jabar, menuntut Habib Bahar bin Smith dengan pidana kurungan penjara selama lima tahun.

Tuntutan terhadap Bahar dibacakan JPU Kejati di Pengadilan Negeri (PN) Bandung, Jalan LLRE Martadinata, Kota Bandung, Kamis (28/7/2022). 

"Menuntut terdakwa HB Assayid Bahar bin Ali bin Smith dengan pidana penjara selama 5 tahun," ujar JPU.

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved