Begini Nasib Tiga Tersangka Kasus Perundungan yang Jadi Penyebab Bocah di Tasikmalaya Meninggal

Polisi telah memutuskan nasib terbaru tiga tersangka kasus perundungan yang membuat bocah 11 tahun di Tasikmalaya meninggal dunia.

Penulis: Nazmi Abdurrahman | Editor: Giri
Tribun Jabar/Kiki Andriana
Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Ibrahim Tompo, mengungkap nasib tiga tersangka kasus perundungan di Tasikmalaya. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nazmi Abdurahman 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Polisi telah memutuskan nasib terbaru tiga tersangka kasus perundungan yang membuat bocah 11 tahun di Tasikmalaya meninggal dunia.

Kini, mereka sudah dikembalikan kepada orang tuanya masing-masing.

Kabid Humas Polda Jawa Barat, Kombes Pol Ibrahim Tompo, mengatakan, dalam perkara ini pihaknya menggunakan UU Nomor 11 tahun 2012 tentang Sistem Perlindungan Anak dan upaya diversi. 

Menurut UU Nomor 11 Tahun 2012, diversi adalah pengalihan penyelesaian perkara anak yang berkonflik dengan hukum dari proses peradilan pidana ke proses di luar peradilan pidana.

Upaya diversi juga, kata dia, merupakan hasil koordinasi antara penyidik Polres Tasikmalaya, PPA Polda Jabar, KPAID Tasikmalaya dan Bapas. 

Atas dasar itulah, kata dia, ketiga anak yang ditetapkan tersangka itu tidak ditahan dan dikembalikan ke orang tuanya.

Baca juga: Ada Anak Meninggal karena Dirundung, KPAID Kabupaten Tasik Sosialisasi Konsekuensi Hukum Perundungan

 "Jadi, mekanisme diversi itulah yang dicari langkahnya yang tepat. Sesuai hasil yang dilakukan oleh tim bersama Bapas itu dimungkinkan dikembalikan kepada lingkungannya dengan berbagai pertimbangan," ujar Ibrahim Tompo saat dihubungi, Selasa (26/7/2022). 

Meskipun dikembalikan ke orang tuanya, kata Ibrahim, ketiga tersangka ini masih dalam pengawasan oleh tim termasuk Bapas. 

"Iya, tetap diawasi," katanya.

Sebelumnya, polisi menetapkan tiga orang tersangka dalam insiden perundungan atau bully di Tasikmalaya.

"Jadi, sudah ditetapkan sebagai tersangka tiga orang anak yang ada dalam video itu," ujar Ibrahim Tompo.

Baca juga: Tidak Semua Bobotoh Bisa Saksikan Laga Persib Bandung Versus Madura United, Harus Penuhi Syarat Ini

Ibrahim mengatakan penetapan tersangka berdasarkan hasil penyidikan dan gelar perkara yang dilakukan tim gabungan dari Polres Tasikmalaya dan PPA Polda Jabar.

Dalam penanganan ini juga polisi turut melibatkan KPAID Tasikmalaya dan Bapas. 

"Kemudian mekanismenya (penanganan) menggunakan sesuai dengan sistem peradilan anak yang sesuai dengan UU Nomor 11 Tahun 2012," katanya. 

Ketiga anak tersebut diketahui melanggar ketentuan Pasal 80 Juncto Pasal 76 C UU Nomor 35 tentang Perlindungan Anak. 

Sebelumnya, seorang anak mengalami depresi hingga tak mau makan setelah mengalami perundungan yang videonya tersebar. 

Dia kemudian meninggal saat menjalani perawatan. (*)

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved