Jumat, 8 Mei 2026

Warung Indomie dan Warteg Mulai Waswas, Pasokan Gandum dari Rusia-Ukraina Belum Juga Stabil

Ketua Koperasi Warteg Nusantara (Kowantara) Mukroni berujar para anggotanya mulai waswas dengan dampak perang Rusia dan Ukraina.

Tayang:
Editor: Ravianto
Net
Ilustrasi gandum. Harga pangan di Indonesia seperti terigu dan terutama mi instan dikhawatirkan terdampak pasokan gandum dunia yang seret gara-gara perang Rusia-Ukraina. 

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA - Harga pangan di Indonesia seperti terigu dan terutama mi instan dikhawatirkan terdampak pasokan gandum dunia yang seret gara-gara perang Rusia-Ukraina.

Seperti diketahui, pasokan gandum ke pasar dunia fluktuatif akibat perang tersebut.

Dikhawatirkan, pasokan gandum yang tak stabil itu berdampak ke pasar Indonesia.

Ketua Koperasi Warteg Nusantara (Kowantara) Mukroni berujar para anggotanya mulai waswas dengan dampak perang Rusia dan Ukraina.

Sebab, mi instan kerap dipesan oleh para pelanggan, dan tepung terigu digunakan untuk tahu goreng, tempe goreng, hingga bakwan goreng.

"Mungkin ke depan teman-teman perlu mengantisipasi karena banyak juga tepung terigu yang digunakan oleh para pedagang warteg untuk tepung gorengan dan juga bahan mie untuk menu mie goreng dan tambahan sayuran oseng-oseng lainnya," ujar Mukroni saat dihubungi, Senin (25/7/2022).

Pemerintah diharapkan mengantisipasi agar harga yang berkaitan dengan gandum agar tidak bergejolak hingga mengakibatkan beban ongkos produksi.

Menurut Mukroni, pemerintah bisa mencari alternatif pemasok gandum selain dua negara yang sedang konflik.

"Bisa menggalakan masyarakat untuk mengganti pangan yang berbahan baku gandum."

Baca juga: SOSOK Alina Kabaeva yang Disebut Kekasih Rahasia Presiden Rusia, Kini Dikabarkan Sedang Hamil

Baca juga: Ekspor Produk Rotan ke Pasar Eropa Menurun Akibat Perang Rusia-Ukraina

"Dengan kesuburan tanah di negeri ini perlu jangka panjang untuk merekayasa genetika agar gandum dan spesies sejenisnya bisa ditanam di dalam negeri," ucap Mukroni.

Pemerintah juga diminta untuk memperhatikan masyarakat bawah yang terbebani harga-harga naik dengan program sosial atau bantuan yang lebih tepat dan transparan untuk masyarakat bawah yang terkena imbas tersebut.

Menurut Mukroni, para pedagang Warteg juga berencana untuk menaikkan harga jika harga bahan baku terus melambung.

"Warteg akan menaikan harga jika harga-harga bahan baku terus melambung, walaupun ini resiko berat yang harus diambil dengan ketakutan ditinggal pelanggan," kata Mukroni.

Diketahui di beberapa e-commerce harga dari beberapa jenis mi instan sudah menyentuh harga Rp3.000.

Di Tokopedia, harga indomie Rp2.600 hingga Rp3.000. Di Shopee antara Rp2.898 hingga Rp3.000 per bungkus.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved