Balita di Subang Butuh Uluran Tangan, Reyhan Maulana Tak Bisa Bicara & Melihat, Ada Gumpalan di Otak

Rayhan anak pasangan suami istri dari Karsim dan Kokom tersebut sejak usai 3 bulan menderita lumpuh dan terdapat gumpalan di otak.

Penulis: Ahya Nurdin | Editor: Ravianto
ahya nurdin/tribun jabar
Reyhan Maulana bocah 4 tahun yang mengalami kelumpuhan, tak bisa bicara dan melihat. Reyhan saat saat berada di rumahnya di Dusun Baru, Desa Mulyasari, Kecamatan Pamanukan, Subang.(FOTO : AHYA NURDIN) 

TRIBUNJABAR.ID, SUBANG - Malang benar nasib yang diderita Reyhan Maulana,

Balita 4 tahun asal Dusun Baru, Desa Mulyasari, Kecamatan Pamanukan, Subang itu setiap hari hanya bisa tergolek lemas dan digendong ibunya.

Reyhan Maulana, anak pasangan suami istri dari Karsim dan Kokom tersebut sejak usai 3 bulan menderita lumpuh dan terdapat gumpalan di otak.

Baca juga: Kapolres Subang AKBP Sumarni Berikan Kiat Kepada Santriwati Agar Terhindar dari Pelecehan Seksual

Baca juga: Ini 3 Jalur Rawan Kecelakaan di Subang, Polisi Sebut Penyebab Utama Kecelakaan adalah Faktor Manusia

Akibat keterbatasan biaya, dari orang tuanya, Reyhan tak bisa menjalani perawatan medis yang maximal. Padahal seharusnya penyakit yang diderita oleh Reyhan tersebut harus segera dioperasi.

Kini Reyhan hanya terbaring dan kemana-mana harus digendong sama ibunya Kokom. Balita seusia Reyhan yang seharusnya ceria, justru tidak dapat bermain dengan teman seusianya.

Bila dilihat dari fisik, kondisi tubuh Reyhan juga tak mengalami pertumbuhan yang normal seperti anak sebayanya. yang lebih mengkhawatirkan lagi, selain kondisinya lumpuh, Reyhan juga tidak dapat berbicara, Reyhan juga tidak dapat melihat.

Menurut ibunda Reyhan, Kokom, kondisi yang dialami anak bungsunya diduga terjadi akibat adanya gumpalan darah di otak belakang. 

"Sejak usia 3 bulan Reyhan sudah divonis dokter ada gumpalan darah di otak belakang sehingga mengganggu pertumbuhan tubuhnya," ujar Kokom, Kamis(21/7/2022) sore.

Menurut Kokom, Reyhan harus dioperasi untuk mengobati penyakitnya, tapi akibat keluarga tak punya biaya, hingga saat ini Rayhan belum bisa mendapatkan penanganan medis yang maximal.

"Harusnya dioperasi, tapi kami tak punya biaya,  apalagi ayahnya hanya pekerja serabutan,"katanya

Ibunda Reyhan pun tak kuasa menahan tangis ketika menceritakan kondisi anaknya.

Ia hanya berharap adanya dermawan yang dapat membantu mengobati anaknya.

"Saya dan keluarga berharap ada dermawan yang mau membantu pengobatan Reyhan, agar ia bisa hidup normal seperti anak sebanyaknya," ucap Kokom, sambil menangis

Selain itu, Kokom juga berharap ada dermawan yang bisa membantu memberikan kursi roda buat Reyhan, sehingga Reyhan bisa beraktivitas keluar tak perlu di gendong.

"Untuk membantu aktivitas Reyhan, Kokom juga meminta adanya bantuan kursi roda dari dermawan,"harapnya

Reyhan bersama orang tuanya saat ini tinggal di sebuah rumah bersama dua kepala keluarga lainnya yang merupakan saudara.

Kokom hanya berharap anaknya bisa sembuh dan beraktivitas normal seperti anak seusianya dan berharap ada bantuan dari dermawan.

Sementara menurut ketua RT setempat, Samsudin, pihaknya dan para tetangga lainnya sudah mencoba mencari bantuan mulai dari pemerintah hingga swasta. Namun hingga kini belum ada respon sama sekali.

"Sudah saya ajukan ke pemerintah Desa, kepada yang lainnya juga, tapi belum ada respon, saya melihatnya sangat sedih, apalagi orangtuanya," katanya.(Laporan Kontributor Tribunjabar.id, Subang, Ahya Nurdin)

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved