Sejumlah Pengurus Protes Hasil Muscab Partai Demokrat Kota Bandung
Pengurus Dewan Pimpinan Anak Cabang (DPAC) Partai Demokrat Kota Bandung protes hasil musyawarah cabang serentak gelombang kedua Partai Demokrat
Penulis: Cipta Permana | Editor: Mega Nugraha
Laporan wartawan Tribunjabar.id, Cipta Permana.
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Sejumlah pengurus Dewan Pimpinan Anak Cabang (DPAC) Partai Demokrat Kota Bandung protes hasil musyawarah cabang serentak gelombang kedua Partai Demokrat pada 16 Juni di Kota Bandung.
Pada muscab itu, digelar pemilihan Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC). Dari data yang diterima Tribun dari Ketua BPOKK DPC Partai Demokrat Kota Bandung Mas Grindo, mereka yang menolak terdiri dari PAC Cibeunying Kidul, Bandung Wetan, Sumur Bandung, Antapani, Arcamanik, Ujungberung, Cibiru, Rancasari.
Kemudian, Gedebage, Regol, Buah Batu, Bandung Kidul, Astana Anyar, Babakan Ciparay, Bojong Loa Kaler, dan Bojong Loa Kidul.
Para Ketua dari 18 PAC tersebut mendatangi DPD Partai Demokrat Jabar wa Barat, Jumat (15/7/2022), dan akan menggugat hasil pelaksanaan Muscab Partai Demokrat Kota Bandung ke Mahkamah Partai dan BPOKK, menuntut hasil Muscab dibatalkan.
Baca juga: Didukung 14 PAC, Aan Andi Purnama Daftar Calon Ketua Partai Demokrat Kota Bandung
“Dengan ini, kami kader Partai Demokrat Kota Bandung menyampaikan kronologis keberatan, dan protes atas hasil muscab. Pelaksanaan Muscab Demokrat Kota Bandung ini cacat hukum, sehingga sebanyak 18 DPAC, menolak hasil Muscab yang digelar bulan kemarin,” ujar Ketua BPOKK DPC Partai Demokrat Kota Bandung Mas Grindo dalam jumpa pers di Sekretariat DPC Partai Demokrat Kota Bandung, Minggu (17/7/2022).
Menurut dia, sejumlah pelanggaran terjadi selama muscab. Misalnya, ada muscab yang diikuti calon tanpa dukungan suara DPAC partai.
“Ada beberapa daerah yang calon ketuanya mendapat suara dukungan tinggi tapi dikalahkan oleh calon yang dukungan suaranya kecil, salah satunya Kabupaten Karawang. Ini jelas bermasalah,” ucapnya.
“Sesuai dengan Peraturan Organisasi, dalam hal ini calon memang harus mendapat dukungan dua puluh persen suara DPAC, tapi yang dipilih oleh Tim Lima malah calon yang tidak mendapat dukungan suara DPAC. Ini betul-betul terjadi,” ujarnya.
Kekecewaan lain diungkapkan Ketua DPAC Partai Demokrat Kecamatan Gedebage Kota Bandung RB. Eko Susetyo. Ia menjelaskan, calon ketua DPC Kota Bandung yang didukung mayoritas DPAC dapat dikalahkan oleh calon ketua yang mendapat dukungan minoritas, bahkan tengah bermasalah dengan persoalan hukum.
Eko menambahkan, menurutnya calon ketua tersebut, menurutnya sejak awal tidak pernah menunjukan loyalitas dan kontribusinya bagi DPC Partai Demokrat Kota Bandung.
“Seharusnya, Tim Lima mengevaluasi calon secara seksama, dengan kondisi sekarang buntut hasil muscab menimbulkan keretakan ditubuh DPC Partai Demokrat Kota Bandung. Maka harusnya DPP bertanggung jawab atas hasil Muscab yang tidak jelas parameternya,” ucapnya.
Ditegaskan Eko, kondisi saat ini akan menimbulkan kerugian yang tidak sedikit, sebab bukan tidak mungkin kader yang kecewa akan keluar dari partai satu persatu.
Terlebih, hasil muscab Partai Demokrat yang melalui persetujuan Tim Lima yang terdiri dari Ketua Umum, Sekertaris Jendral dan Ketua BPOKK DPP, Ketua dan Sekretaris DPD Jawa Barat, tidak melalui prosedur partai yang bener dan justru menimbulkan kontroversi.
“Karena setelah diputuskan pemenangnya dari kubu yang didukung oleh suara minoritas, dan melalui prosedur yang seharusnya. Hal ini menyebabkan para kader merasa hak suaranya dilecehkan,” katanya (Cipta Permana).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/KKKKKJJJJGGG.jpg)