Sudah Tak Ada Lagi Reshuffle Kabinet, Presiden Jokowi: Kata Siapa?
Presiden Jokowi meminta menteri-menterinya agak bekerja secara ekstra dalam menghadapi tantangan yang tak mudah, yakni ancaman resesi akib
TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA- Presiden Joko Widodo mengindikasikan masih ada kemungkinan perombakan atau reshuffle Kabinet Indonesia Maju.
Isyarat Presiden Jokowi soal perombakan kabinet atau reshuffle kabinet itu mencuat saat ditanya 'apakah sudah tidak ada lagi perombakan atau reshuffle Kabinet Indonesia Maju?'.
"Hmm, kata siapa!" ujar Presiden Jokowi sambil tersenyum ketika berbincang dengan pemimpin redaksi media di Istana Negara, Jakarta, Rabu (13/7/2022), dikutip dari Kompas.id.
Karena itu, Presiden Jokowi meminta menteri-menterinya agak bekerja secara ekstra dalam menghadapi tantangan yang tak mudah, yakni ancaman resesi akibat krisis dan energi.
"Menteri tidak bisa bekerja biasa-biasa. Harus bekerja ekstra. Tidak bisa hanya bekerja secara makro, tetapi juga mikro bahkan supermikro, melihat detail satu per satu," kata Presiden Jokowi.
Baca juga: Berita Subang: Jokowi Berikan Bantuan buat Warga Penyandang Disabilitas di Pasar Sukamandi
Dalam beberapa waktu terakhir, Presiden Jokowi berulang kali mengingatkan agar menteri-menterinya fokus bekerja.
Teranyar, Jokowi meminta Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan fokus bekerja menurunkan harga minyak goreng curah sesuai target yang diberikan kepada sang menteri.
Hal itu ia sampaikan merespons sikap Zulhas, sapaan akrab Zulkifli, yang meminta warga memilih anaknya saat kegiatan pembagian minyak goreng di Bandar Lampung baru-baru ini.
"Ya saya minta semua menteri fokus bekerja. Kalau Mendag yang paling penting urus seperti yang saya tugaskan kemarin, bagaimana menurunkan harga minyak goreng menjadi Rp 14.000 atau di bawah Rp 14.000," ujar Jokowi setelah memberikan bantuan sosial kepada pedagang dan warga di Subang, Jawa Barat, Selasa (12/7/2022).
"Paling penting itu, tugas dari saya itu," katanya.
Baca juga: Jokowi Pantau Harga Kebutuhan Pokok di Pasar Sukamandi, Minyak Goreng Curah Belum Stabil
Permintaan Presiden Jokowi agar menterikan fokus bekerja bukan hanya ditujukan kepada Mendag Zulkifli Hasan, melainkan semua menteri di kabinet.
Menurut Jokowi, menteri-menteri yang tugasnya berkaitan dengan pangan dan energi harus lebih berkonsentrasi dalam bekerja.
"Semuanya harus fokus bekerja utamanya yang berkaitan dengan energi sama pangan. Itu penting, jadi saya urus terus urusan BBM. Berkaitan dengan energi, batu bara semuanya karena dunia terdisrubsi di energi dan pangan," kata Jokowi.
"Jadi konsentrasi dan jangan sampai kita terpeleset di dua bidang ini," ujarnya. (Penulis : Ardito Ramadhan)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Jokowi Minta Menteri Bekerja Ekstra, Perombakan Kabinet Masih Terbuka"
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/jokowi-larangan-ekspor-minyak-goreng.jpg)