Tak Diberi Uang untuk Miras, Pria Pengangguran di Cirebon Tega Pukul dan Lindas Kaki Ibu Kandungnya

Tersangka juga sempat memukul wajah korban. Akibat perbuatan MS, korban mengalami luka bengkak dan memar di bagian kaki serta wajahnya.

Tribun Cirebon/ Ahmad Imam Baehaqi
Kasat Reskrim Polresta Cirebon, Kompol Anton, menunjukkan barang bukti sepeda motor yang digunakan tersangka melindas kaki ibu kandunnya saat konferensi pers di Mapolresta Cirebon, Jalan R Dewi Sartika, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, Jumat (8/7/2022). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNJABAR.ID, CIREBON - Pemuda pengangguran asal Kecamatan Gegesik, Kabupaten Cirebon, tega menganiaya ibu kandungnya sendiri dengan melindas kaki ibu kandung menggunakan sepeda motor.

Saat ini, petugas Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) Polresta Cirebon telah mengamankan pemuda berinisial MS (32) itu dan kini telah ditetapkan sebagai tersangka.

Kasat Reskrim Polresta Cirebon, Kompol Anton, mengatakan, perbuatan MS terjadi di teras rumahnya pada Senin (27/6/2022) lalu.

Baca juga: Lewat Jalan Aneh, Ria Akhirnya Bertemu dengan Ibu Kandungnya Setelah 23 Tahun Terpisah

"Tersangka melindas kaki kanan korban menggunakan sepeda motor Honda PCX berpelat nomor E 6887 HZ," ujar Anton saat konferensi pers di Mapolresta Cirebon, Jalan R Dewi Sartika, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, Jumat (8/7/2022).

Saat itu, menurut dia, korban yang sedang duduk di teras rumah tiba-tiba dilindas kakinya menggunakan sepeda motor yang dituntun tersangka.

Ia mengatakan, tersangka juga sempat memukul wajah korban. Akibat perbuatan MS, korban mengalami luka bengkak dan memar di bagian kaki serta wajahnya.

Hingga kini, MS masih menjalani pemeriksaan lebih lanjut di Mapolresta Cirebon. Hasilnya, MS kesal karena tidak diberi uang untuk membeli minuman keras (miras)

"Tersangka merasa kesal, karena tidak diberi uang untuk membeli miras, sehingga bertindak seperti itu kepada ibu kandungnya," kata Anton.

Pihaknya juga mengamankan barang bukti sepeda motor yang digunakan tersangka untuk melindas kaki kanan korban dalam kejadian itu.

Baca juga: Cucu Tega Aniaya Neneknya yang Sudah Pikun hingga Babak Belur, Emosi Pakaiannya Jadi Lap Air Kencing

Anton menyampaikan, MS dijerat Pasal 44 Ayat 1 UU Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan KDRT dan diancam hukuman maksimal lima tahun penjara.

"Kami masih melanjutkan proses penyidikannya dengan memeriksa keterangan dari para saksi. Semoga secepatnya selesai," ujar Anton.

Sumber: Tribun Cirebon
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved