Pemuda Pengangguran Asal Cirebon yang Melindas Kaki Ibunya akan Dites Kejiwaan: Normal atau Tidak

Satuan Reserse Kriminal Polresta Cirebon bakal melakukan tes kejiwaan terhadap pemuda yang melindas kaki ibunya menggunakan sepeda motor.

Penulis: Ahmad Imam Baehaqi | Editor: Hermawan Aksan
Tribun Jabar
Petugas saat memeriksa MS di Mapolresta Cirebon, Jalan R Dewi Sartika, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, Jumat (8/7/2022). MS adalah pemuda yang melindas kaki ibu kandungnya menggunakan sepeda motor. 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNJABAR.ID, CIREBON - Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) Polresta Cirebon bakal melakukan tes kejiwaan terhadap pemuda yang melindas kaki ibu kandungnya menggunakan sepeda motor.

Kasat Reskrim Polresta Cirebon, Kompol Anton, mengatakan, tes kejiwaan itu dilakukan untuk melengkapi berkas penyidikan pemuda yang berinisial MS (32) itu.

"Tes ini dimaksudkan untuk memastikan tersangka dalam kondisi normal atau tidak saat melakukan aksinya," kata Anton saat konferensi pers di Mapolresta Cirebon, Jalan R Dewi Sartika, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, Jumat (8/7/2022).

Baca juga: Tak Diberi Uang untuk Miras, Pria Pengangguran di Cirebon Tega Pukul dan Lindas Kaki Ibu Kandungnya

Rencananya, menurut dia, tes kejiwaan itu pun dilaksanakan dalam waktu dekat sehingga saat berkasnya lengkap bisa langsung diproses ke tahap selanjutnya.

Ia mengatakan, peristiwa yang terjadi pada Senin (27/6/2022) itu bermula saat tersangka meminta uang Rp 300 ribu kepada korban untuk membeli minuman keras (miras).

Namun, korban hanya memberikan uang Rp 250 ribu dan menasihati agar tidak mabuk-mabukan sehingga tersangka merasa kesal.

"Tersangka tidak menghiraukan nasihat tersebut dan mengeluarkan sepeda motor untuk berangkat membeli miras," ujar Anton.

MS yang menuntun sepeda motor pun melindaskan bannya ke kaki kanan korban yang sedang duduk di teras rumah bersama saudaranya.

Anton menyampaikan, sepulang membeli miras tersangka kembali meminta uang Rp 50 ribu kepada korban, tetapi tidak diberi dan kembali dinasihati.

Akibatnya, tersangka marah kemudian memukul wajah korban sehingga luka bengkak di mata kanan dan betisnya yang dilindas ban motor lebam.

"MS dijerat Pasal 44 Ayat 1 UU Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan KDRT dan diancam hukuman maksimal lima tahun penjara," kata Anton. (*)

Sumber: Tribun depok
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved