Pejabat BPN di Kota Cimahi Terkena OTT Pungli Penerbitan PTSL, Ini Modusnya

Seorang pejabat BPN Kota Cimahi ditangkap dalam sebuah operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan Kejari Cimahi.

Penulis: Hilman Kamaludin | Editor: taufik ismail
tribunjabar/syarif pulloh anwari
Kantor Kejaksaan Negeri Cimahi, Kamis (21/11/2019). Kejari Cimahi melakukan OTT terhadap satu pejabat BPN Kota Cimahi. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, CIMAHI - Seorang pejabat Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Cimahi berinisial IW terkena Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Cimahi.

IW yang menjabat sebagai Kepala Seksi Penetapan dan Pendaftaran Hak, BPN Kota Cimahi itu terkena OTT pada 1 Juli 2022 karena diduga melakukan pungutan liar penerbitan sertifikat Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL).

Kepala Seksi Intelijen Kejari Cimahi, Dhevid Setiawan mengatakan, pengungkapan kasus tersebut bermula ketika pihaknya menerima laporan dari masyarakat yang melakukan permohonan untuk penertiban PTSL tahun 2021.

"Dalam praktiknya, masyarakat diminta pungutan uang bervariatif dari mulai Rp 300 ribu hingga Rp 3 juta per sertifikat tanah," ujarnya saat ditemui di Kantor Kejari Cimahi, Selasa (5/7/2022).

Uang dari pemohon tersebut, kata dia, dikumpulkan melalui Ketua RT dan RW, hingga kemudian diserahkan kepada salah seorang Tenaga Harian Lepas (THL) BPN Kota Cimahi yang diperintahkan IW.

"Setelah itu uang yang sudah terkumpul diserahkan THL tersebut kepada IW. Kemudian saat OTT Tim Penyidik Kota Cimahi mengamankan sejumlah uang dengan total sebanyak Rp 35.400.000," kata Dhevid.

Ia mengatakan, setelah dilakukan pemeriksaan intensif baik terhadap pelaku maupun saksi, total keseluruhan IW sudah menerima uang sebesar Rp 128.500.000 dari aksinya dengan memanfaatkan program sertifikasi tanah gratis dari pemerintah untuk masyarakat ini.

"Oknum pegawai BPN Kota Cimahi itu menjadikan program PTSL sebagai ruang untuk mencari keuntungan pribadi," ucapnya.

Untuk saat ini, pejabat BPN yang terbukti melakukan pungli tersebut sudah dijadikan tersangka dan ditahan di Mapolres Cimahi.

"Tersangka dilakukan penahanan selama 20 hari ke depan dalam rangka penyidikan lebih lanjut. Dia dijerat  pasal 12 huruf e atau pasal 11 UU Tipikor," ujar Dhevid.

Baca juga: BPN Sumedang Mengakui Siap Jika Dilaporkan ke Kejaksaan Soal Polemik Cisumdawu

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved