182 Hewan Ternak di Kota Cirebon Sudah Divaksin PMK, Butuh Lebih Banyak Dosis Vaksin Lagi

Yosi menyatakan tidak semua hewan ternak dapat diberikan vaksin PMK ada terdapat sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi.

Tribun Jabar/Hilman Kamaludin
ILUSTRASI hewan ternak diberi vaksin PMK (penyakit mulut dan kuku), Senin (27/6/2022). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNJABAR.ID, CIREBON- Sebanyak 182 ekor hewan ternak di Kota Cirebon telah diberikan vaksin penyakit mulut dan kuku (PMK).

Plh Kepala Bidang Pertanian dan Peternakan Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan ( DKPPP ) Kota Cirebon, Eko Yosi Indriastuti, mengatakan, jumlah itu sesuai alokasi vaksin PMK yang diterima dari Pemprov Jabar.

DKPPP mengakui jumlah vaksin PMK yang diterima Kota Cirebon tergolong sedikit sehingga mengharapkan pada pendistribusian selanjutnya lebih banyak.

"Vaksinnya sudah disuntikkan semua ke hewan ternak milik pemerintah daerah dan masyarakat," ujar Eko Yosi Indriastuti saat ditemui di DKPPP Kota Cirebon, Jalan Kalijaga, Kota Cirebon, Selasa (5/7/2022).

Ia mengatakan, seratusan hewan ternak itu diberikan vaksin PMK pada pekan lalu dan hanya membutuhkan dua hari untuk penyuntikannya.

Baca juga: Menjelang Iduladha, 838 Ekor Sapi di Ciamis Sudah Diberi Vaksin PMK, Termasuk Sapi Kurban

Petugas DKPPP Kota Cirebon dibagi menjadi beberapa tim, kemudian disebar ke sejumlah peternakan di Kota Cirebon untuk melaksanakan vaksinasi PMK.

Hingga kini, DKPPP belum menerima informasi lanjutan mengenai pendistribusian vaksin PMK tahap kedua.

"Vaksinasi ini bertujuan untuk melindungi dan mencegah penyebaran PMK pada hewan ternak di Kota Cirebon," kata Eko Yosi Indriastuti.

Yosi menyatakan tidak semua hewan ternak dapat diberikan vaksin PMK ada terdapat sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi.

Di antaranya, kondisinya sehat, belum terjangkit PMK, dan hewan ternak yang akan dikembangbiakkan, bukan untuk dipotong kemudian dijual dagingnya.

"Hewan ternak yang baru sembuh dari PMK juga belum bisa divaksin, harus menunggu dulu selama beberapa bulan," ujar Eko Yosi Indriastuti.
 

Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved