Aturan Baru Daftar MyPertamina Dinilai Keblinger, DPRD Kebanjiran Pengaduan, Begini Kata Pertamina

Aturan baru pendaftaran di akun MyPertamina sebagai syarat mendapatkan BBM dan elpiji bersubsidi ini merepotkan, kata pengamat ekonomi Nailul Huda.

Editor: Hermawan Aksan
Tribun Jabar/ Dian Herdiansyah
Foto ilustrasi saat sejumlah pendaftar aplikasi MyPertamina mendatangi posko layanan keluhan tidak bisa daftar. Pengamat menilai aturan baru daftar MyPertamina keblinger. 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Kebingungan masih terjadi menyusul keharusan menggunakan aplikasi MyPertamina untuk membeli bahan bakar pertalite.

Anggota DPRD Kota Bandung, Andri Rusmana, mengaku kebanjiran pengaduan masyarakat terkait hal itu.

"Warga mengadu. Ada yang datang langsung, melalui Whatsapp, telepon. Ada juga yang melalui medsos," ujar Andri di Gedung DPRD Kota Bandung, Jalan Sukabumi, Jumat (1/7/2022).

Andri mengatakan, warga mengadu karena merasa keberatan dengan kewajiban untuk menggunakan aplikasi tersebut.

Baca juga: Mulai Hari Ini Beli Pertalite Hanya Bisa Pakai MyPertamina, Ini Jenis Kendaraan yang Diwajibkan

"Itu kebijakan pemerintah pusat, tapi saya sebagai wakil rakyat menolak kebijakan itu," ujarnya.

Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Nailul Huda menilai, aturan baru pendaftaran di akun MyPertamina sebagai syarat mendapatkan BBM dan elpiji bersubsidi ini merepotkan.

Hal itu, ujarnya, bisa dilihat dari rata-rata karakteristik konsumennya. 

"Sebagian besar dari mereka tidak dapat mengakses aplikasi MyPertamina. Ada yang tidak punya device, bahkan kesulitan untuk mendaftar ataupun mengoperasikan sebuah aplikasi," kata Nailul kepada Tribun Network, Jumat (1/7/2022).

Dia menyebut beberapa daerah juga tidak memiliki akses internet yang memadai.

Menurut Nailul, infrastruktur internet cepat masih menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah.

"Jadi sebenarnya kebijakan kewajiban penggunaan MyPertamina saya ibaratkan kita makan nasi."

"Yang kita butuhkan cuma piring biasa cukup, tapi kita diwajibkan punya piring dari perak," tuturnya.

Nailul tegas mengatakan kebijakan penggunaan MyPertamina untuk beli barang bersubsidi ini sesuatu yang keblinger.

"Kalau saya bilang di Indonesia, orang susah untuk mendapatkan label orang miskin, karena jadi orang susah harus punya modal," imbuh dia.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jabar
Berita Populer
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved