Kasus Meninggal Akibat DBD di Karawang Naik Lebih dari 100 Persen Pada Periode yang Sama Tahun Ini

Penyakit demam berdarah dengue (DBD) merenggut delapan nyawa warga Karawang sepanjang 2022.

Penulis: Cikwan Suwandi | Editor: Giri
Pixabay
ILUSTRASI - Penyakit demam berdarah dengue (DBD) merenggut delapan nyawa warga Karawang sepanjang 2022. 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id, Karawang, Cikwan Suwandi

TRIBUNJABAR.ID, KARAWANG - Penyakit demam berdarah dengue (DBD) merenggut delapan nyawa warga Karawang sepanjang 2022.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Karawang, Yayuk Sri Rahayu, mengatakan, angka kematian akibat DBD pada 2022, meningkat dibandingkan tahun lalu.

Hingga Juni pada 2021, hanya tiga orang di Karawang yang meninggal karena DBD.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Karawang, kasus DBD Januari hingga Juni 2022 mencapai 743. Sedangkan pada 2021 periode yang sama, kasus DBD hanya 568.

Yayuk mengimbau warga untuk memperhatikan tempat-tempat yang menjadi sarang nyamuk.

Baca juga: Kepala SMKN 2 Garut Akan Laporkan Balik Orang yang Melaporkan Dia, Pertanyakan soal Ini

"Tempat-tempat potensial menjadi genangan air, misal di talang air rumah, tempat air minum burung, ayam, dispenser, itu jadi potensi sarang nyamuk yang terlupakan," kata Yayuk saat dihubungi, Kamis (30/6/2022).

Dia juga meminta masyarakat yang di rumahnya ada kolam agar diisi ikan dan juga jika ada tempat penampungan air yang sulit dijangkau agar diberikan serbuk abate.

Baca juga: Desy Ratnasari Dapat Dukungan Penuh PAN Indramayu untuk Maju di Pilgub Jabar, Sosok Komplet

"Jangan ada yang menggantung semisal pakaian, juga barang-barang bekas ban, botol jangan sampai menumpuk karena menjadi genangan air sebagai tempat sarang nyamuk," kata dia. (*) 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved