Jawa Barat Masuk Daftar 11 Zona Merah Penyakit Mulut dan Kuku

Berdasarkan data Satgas Penanganan PMK, total 27.907 ternak yang terinfeksi PMK di Jawa Barat.

Tribun Jabar / Eki Yulianto
Dokter Hewan DKP3 Majalengka didampingi petugas dari BPP Kertajati, anggota Polsek dan Koramil Kertajati memeriksa sejumlah hewan ternak untuk mencegah terjangkitnya penyakit mulut dan kuku di Desa Kertawinangun, Kecamatan Kertajati, Kabupaten Majalengka, Kamis (19/5/2022 

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA- Jawa Barat masuk daftar 11 provinsi zona merah penyakit mulut dan kuku (PMK).

Bahkan, Jawa Barat masuk daftar lima provinsi yang hewan ternaknya terbanyak terinfeksi PMK.

Berdasarkan data Satgas Penanganan PMK, total 27.907 ternak yang terinfeksi PMK di Jawa Barat.

Kepala BNPB sekaligus Ketua Satgas Penanganan PMK, Letjen TNI Suharyanto, mengatakan wabah PMK telah menyebar di 19 provinsi.

Sebelas provinsi di antaranya tergolong zona merah.

“Nanti tentu saja datanya ini akan berkembang terus, tapi sementara ada 11 provinsi,” kata Suharyanto dalam rapat koordinasi, Jumat, (24/6/2022).

Baca juga: Peternak Menangis Sambil Usap Sapi yang Mati Terpapar PMK: Sapi Nang Nganjuk Iyeuh

Provinsi yang tergolong zona merah adalah yang 50 persen kecamatannya sudah terinfeksi penyakit PMK.

Sementara itu terdapat lima provinsi yang hewan ternaknya paling banyak terinfeksi PMK.

Kelima provinsi tersebut yakni Jawa Timur (86734), Nusa Tenggara Barat (35888), Aceh (28514), Jawa Barat (27907), dan Jawa Tengah (25808).

Suharyanto meminta provinsi lainnya untuk tetap waspada karena penyebaran PMK terbilang cepat.

“Ini harus betul-betul waspada karena kita lihat sudah banyak juga yang mati walaupun banyak juga yang sembuh,” katanya.

Baca juga: Dedi Mulyadi Nilai Langkah Kemenko Perekonomian Tangani PMK Sudah Sangat Tepat

Jumlah hewan ternak yang terinfeksi PMK, kata Suharyanto, bisa lebih banyak karena banyak peternak, baik yang berskala kecil maupun besar, yang tidak melaporkan kasus PMK ke petugas setempat.

Karena itu, Satgas Penanganan PMK akan mengintegrasikan aplikasi bersatu lawan Covid dengan iSIKHNAS dari Kementan. Dengan integrasi tersebut diharapkan data data hewan yang terinfeksi PMK lebih valid.

“Mungkin ada beberapa yang belum masuk di data-data yang tadi kami sampaikan inilah yang menjadi Prioritas pertama dalam penyatuan data dan langkah selanjutnya,” katanya. (Penulis: Taufik Ismail)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul 11 Provinsi Zona Merah Penyakit Mulut dan Kuku

Sumber: Tribunnews
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved