Komisi V DPRD Jabar Dorong Peningkatan Layanan Kesehatan Puskesmas di Wilayah Terpencil
Ketua Komisi V DPRD Jabar, Abdul Harris Bobihoe mendorong peningkatan layanan kesehatan puskesmas di wilayah terpencil
Penulis: Muhamad Nandri Prilatama | Editor: Siti Fatimah
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Komisi V DPRD Jawa Barat mendorong adanya puskesmas rawat inap di setiap wilayah utamanya di wilayah yang terpencil. Pelayanan kesehatan itu dinilai bisa memangkas jarak tempuh warga sehingga tak perlu ke pusat kota.
Ketua Komisi V DPRD Jabar, Abdul Harris Bobihoe mengatakan puskesmas kualitas pelayanan kesehatannya perlu ditingkatkan.
Ia juga mengaku balal memaksimalkan kebijakan agar rumah sakit tipe C dan B naik tingkat, serta puskesmas setiap kecamatan dengan fasilitas rawat inap dapat terwujud.
"Contohnya, RS Al Ihsan di Kabupaten Bandung bakal kami dorong untuk ditingkatkan menjadi tipe A agar bisa menjadi rumah sakit rujukan nasional. Ini perlu kami dukung dan bantu tentunya dengan sinergitas antarlembaga dalam bidang pelayanan kesehatan, sehingga warga tak perlu jauh untuk berobat ke rumah sakit dan cukuplah ke puskesmas di kecamatan setempat," katanya.

Pelayanan kesehatan yang mulai terlihat adanya pembenahan sebut saja Pemkab Purwakarta.
Di sana dicanangkan program yang dinamakan Saung Ambu demi memudahkan masyarakat mendapat berbagai pelayanan kesehatan.
Program tersebut sebagai upaya pemkab Purwakarta dalam memenuhi hak kesehatan warganya, terutama mereka yang ada di desa terpencil.

"Saung Ambu fungsinya ditingkatkan bukan sekedar pelayanan di bidang kesehatan, tapi bisa memeriksa ibu hamil dan yang sakit. Lalu, digunakan juga untuk pelayanan pemasangan alat kontrasepsi yang terintegrasi dengan DPPKB. Jadi, tentu sangat memudahkan warga," kata Anne Ratna Mustika selaku Bupati Purwakarta.
Saung Ambu juga menyediakan pelayanan kesehatan warga dengan skema bantuan kesehatan, semisal PBI, BPJS, JAMPIS, dan Jampersal untuk ibu hamil.