Kamis, 16 April 2026

Perayaan HUT KBB Dikritik Mahasiswa, Undang Artis Ibukota Terlalu Euforia di Tengah Banyak Problem

Euforia perayaan HUT ke-15 Kabupaten Bandung Barat yang mengundang sejumlah artis ibukota mendapat kritikan dari Keluarga Mahasiswa Kabupaten Barat

Penulis: Hilman Kamaludin | Editor: Darajat Arianto
Dok. Humas KBB
Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bandung Barat saat merayakan HUT ke-15 KBB bersama ribuan masyarakat. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin


TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG BARAT - Euforia perayaan HUT ke-15 Kabupaten Bandung Barat (KBB) yang mengundang sejumlah artis ibukota mendapat kritikan dari Keluarga Mahasiswa Kabupaten Bandung Barat (Kembara).


Pasalnya, di tengah kegembiraan dalam perayaan HUT tersebut, Pemkab Bandung Barat masih memiliki banyak pekerjaan rumah 'PR' yang hingga saat ini belum bisa dituntaskan terutama dalam hal kesejahteraan bagi masyarakat.


Ketua Umum Kembara, Deni Permana mengatakan, selama 15 tahun Bandung Barat berdiri, wilayah ini masih mengalami krisis kepemimpinan, krisis pendidikan, dan masalah pembangunan juga masih belum merata.


"Krisis kepemimpinan masih menjadi salah satu hal yang disoroti oleh kami, karena sudah ada dua kepala daerah terpilih di KBB terjerambab pada arus pusaran korupsi," ujarnya saat dihubungi, Selasa (21/6/2022).


Selain itu, pemerataan pembangunan diberbagai leading sektor juga dinilai masih belum terealisasi dengan baik, padahal hal itu merupakan komitmen dari pemerintah yang konon memiliki tujuan Bandung Barat ekonomi kuat pada tahun 2030.


"Selain itu pelayanan publik terhadap masyarakat juga belum optimal, serta nasib ribuan Tenaga Kerja Kontrak (TKK) di KBB yang berada di ujung tanduk," kata Deni.


Terkait krisis pendidikan di KBB, kata Deni, seharusnya pemerintah memberikan perhatian dan keseriusannya kepada generasi muda untuk melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi melalui program beasiswa yang sesuai dengan prosedural. 

Baca juga: Potret 15 Tahun KBB Berdiri, Warga di Pelosok Gununghalu Sering Kegelapan dan Terbatasnya Akses


"Sebagai contoh 50 mahasiswa PGMI UIN Bandung penerima beasiswa dari Pemda KBB, hingga kini masih terseok-seok selain dari kejelasan status mahasiswanya, UKT yang baru akan dibayar, hanya semester dua dan tiga saja," ucapnya.


Selain itu, pihaknya merasa geram dengan pelayanan publik yang hingga saat ini masih belum optimal dan kurang responsif akibat birokrasi Pemda KBB banyak kekosongan jabatan.


"Diketahui sebanyak 52 jabatan struktural di lingkungan organisasi daerah, yang dimulai dari eselon IV hingga II dijabat oleh pelaksana tugas," ujar Deni.


Atas segala permasalahan yang ada, seharusnya pada hari jadi KBB yang ke-15 ini, seharusnya pemerintah jangan terlalu larut dalam kegembiraanya saja karena hingga saat ini masih banyak problem yang perlu dievaluasi.


"Bandung Barat sudah menginjak usia yang ke-15 tahun, ditengah euforia yang sedang dipertontonkan oleh pemerintah saat ini tentu jangan sampai membuat mata kita tertutup akan hal-hal yang penting di balik semua itu," ujarnya.


Menurut dia, momentum hari jadi KBB ini patut untuk direfleksikan sebagai ruang penyadaran publik terhadap kemajuan daerah karena masih banyak problematika yang harus diselesaikan satu persatu.

Baca juga: Kekerasan Anak dan Perempuan di KBB Masih Marak, Kasusnya Hampir Merata Muncul di Setiap Kecamatan

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved