Nyaris Vakum Selama Pandemi, Atlet Akuatic se-Jabar Bersaing di Turnamen Bandung Swimming Open

Atlet akuatic di seluruh Jabar ikut turnamen Bandung Open Swimming di Stadion Renang UPI, Bandung.

Editor: Mega Nugraha
Istimewa
Ketua PRSNI Jabar M Farhan bersama atlet akuatic 

TRIBUNJABAR.ID,BANDUNG- Atlet akuatic di seluruh Jabar ikut turnamen Bandung Open Swimming di Stadion Renang UPI, Bandung.

Turnamen Bandung Open Swimming itu diikuti kelas usia sampai 17 tahun untuk, agar akurat untuk regenerasi atlet akuatic Olimpiade 2030-2032.

"Semua kelas, semua kelompok usia. Kalau Akuatik itu sebetulnya ada lima cabor khusus untuk renang, kelasnya banyak, kelas 1 sampai kelas 5, semua level. Jadi untuk bisa mendapatkan atlit elit tahun 2030 - 2032, ya mereka inilah," ujar Ketua Harian Persatuan Renang Seluruh Indonesia PRSI Jabar, M Farhan, dalam keterangannya, Kamis (16/6/2022).

Ia optimistis atlet akuatik Jabar yang masuk olimpiade semakin banyak. Turnamen Bandung Open Swimming, jadi cara untuk regenerasi.

"Makanya sekarang kita bikin open tournament untuk perkumpulan seluruh Jawa Barat di kelompok usia dan ini adalah tournament pertama kelompok usia antar perkumpulan di Jawa Barat setelah masa pandemi," katanya.

Ia menyebut, pandemi Covid-19 dalam dua tahun terakhir membuat altlet akuatic terganggu.

Ketua PRSNI Jabar M Farhan bersama atlet akuatic
Ketua PRSNI Jabar M Farhan bersama atlet akuatic (Istimewa)

"Kaku sekali, karena selama dua tahun kita tidak bisa bikin tournament, terakhir kita bikin itu babak kualifikasi untuk PON, udah begitu udah, plong nggak ada lagi," kata dia.

Dalam kejuaraan level nasional maupun Internasional, ada beberapa cabang olahraga yang didahulukan untuk menang dalam rangka mengamankan perolehan 100 mendali pertama.

"Nah, akuatik, taekwondo, dayung itu termasuk yang diutamakan untuk mendapatkan 100 mendali pertama emas," katanya.

Pelatih nasional atlet akuatik dari PRSI Jabar Donny Budiarto Utomo menjelaskan, semakin sering digelar turnamen, itu membantu atlet. Namun, menurutnya, ada hal utama lainnya yang dibutuhkan para atlet.

"Nutrisi untuk anak - anak ini kan seperti tidak diperhatikan berbeda sama negara - negara luar yang sangat detail sekali ya untuk memperhatikan dari fasilitasnya, mereka engga kesusahan cari tempat latihan," terangnya.

Tidak hanya itu, skill kepelatihan pun harus terus update agar berdampak dalam meramu program regenerasi atlet.

"Terutama untuk anak-anak kecil itu sangat penting, sering untuk bertanding juga, karena meraka kan untuk bisa meningkatkan pengalaman tanding," katanya.

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved