Komplotan Maling Bermodus ATM yang Ditangkap Polisi di Cimahi Sudah Beraksi di 13 Lokasi

Komplotan maling dengan modus ganjal ATM yang diringkus polisi ternyata kerap beraksi di sejumlah wilayah.

Tribun Jabar/ Hilman Kamaludin
Komplotan maling bermodus ganjal ATM saat digiring polisi di Mapolres Cimahi, Kamis (16/6/2022). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, CIMAHI - Komplotan maling dengan modus ganjal ATM yang diringkus polisi setelah beraksi di area pusat perbelanjaan, Jalan Amir Machmud, Kelurahan Cibabat, Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi ternyata kerap beraksi di sejumlah wilayah.

Seperti diketahui, komplotan maling yang berjumlah empat orang itu yakni Surahman (44), Doni Somantri (42), Muryadin (41), dan Andriansyah (28) itu kini sudah mendekam di sel tahanan Mapolres Cimahi.

Kapolres Cimahi AKBP Imron Ermawan mengatakan, berdasarkan keterangan para tersangka, keempat pelaku itu sudah beraksi di 13 lokasi yang ada di tiga wilayah Jawa Barat, yakni Kota Cimahi, Kota Tasikmalaya dan Kota Bandung.

Baca juga: Curi Duit dengan Modus Ganjal ATM di Cimahi, Dua dari Empat Maling Dihadiahi Timah Panas Polisi

"Dari keterangan yang kita peroleh, TKP yang di Kota Cimahi, Samsat, Borma Cihanjuang 2 kali, Yogya Plaza dan satu klinik di Baros Cimahi," ujar Imron saat gelar perkara di Mapolres Cimahi, Kamis (16/6/2022).

Sementara di Kota Tasikmalaya, kata Imron, mereka beraksi di 5 lokasi dan di Kota Bandung mereka beraksi di 3 lokasi dengan modus yang sama yakni mengganjal kartu ATM.

"Modusnya merusak dan mengganjal ATM yang menjadi sasarannya, sehingga uang yang tersimpan dalam ATM tersebut bisa diambil sebanyak-banyaknya," katanya.

Imron mengatakan, dalam melakukan aksinya keempat pelaku ini berbekal besi tipis, tongsis penjepit uang, dan sebuah senter kemudian merusak dan mengganjal exit shuter atau tempat keluar uang.

Sementara sebelum melancarkan aksinya, kata Imron, mereka kerap mengincar mesin ATM yang sepi atau tidak ada orang yang melakukan penarikan dan terutama tidak ada scurity.

"Intinya mencari ATM yang sedang tidak ada keramaian, sehingga mereka melancarkan aksinya pasti diatas jam 12 malam sampai subuh," ucap Imron.

Baca juga: Polisi Tangkap Tiga Pencuri Data ATM Bank Riau Kepri di Bali, Kerugian Rp 800 Juta

Atas hal itu, mereka kerap mencari mesin ATM secara acak dan sepi supaya tidak diketahui saat melakukan aksi pencurian tersebut.

"Jadi saat menemukan ATM yang tidak dijaga dengan baik, disitu mereka langsung beraksi," ujarnya.

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved