Minggu, 12 April 2026

Persib Bandung

Wasit Doyan Beri Kartu Kuning Pemain Persib, Robert Alberts Katakan Ini kepada Para Pemain

Enam kartu kuning didapat Persib Bandung saat melawan Bali United di laga perdana Piala Presiden 2022.

Penulis: Cipta Permana | Editor: taufik ismail
Tribun jabar / Deni Denaswara
Bek Persib Bandung Victor Igbonefo bereaksi saat wasit mengeluarkan kartu kuning di laga Persib melawan Borneo FC di Stadion Indomillk Arena, Tangerang, Kamis (23/9/2021). 

Laporan wartawan Tribunjabar.id, Cipta Permana

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Persib Bandung kerap dihujani kartu kuning dari wasit saat bertanding.

Bahkan, tim Maung Bandung menjadi tim dengan koleksi kartu kuning terbanyak dalam gelaran BRI Liga 1 musim lalu, dengan capaian 87 kartu kuning atau rata-rata 2,65 persen per laga.

Hal tersebut, berlanjut ke gelaran babak penyisihan Grup C Piala Presiden 2022

Pada laga pembuka melawan Bali United FC, Dedi Kusnandar dan kawan-kawan harus menerima enam kartu kuning, termasuk sang pelatih kiper, Luizinho Passos.

Di laga itu 13 kartu kuning dikeluarkan wasit Fariq Hitaba.

Menurut jadwal, Persib Bandung akan menghadapi Persebaya Surabaya di laga berikutnya.

Berkaca pada pertandingan di Liga 1 musim lalu, saat menghadapi Persebaya Surabaya (8/12/2021), para pemain Persib mendapatkan empat kartu kuning.

Sedangkan di pertemuan putaran kedua Liga 1 2021/2022, (19/3/2022), Marc Klok cs juga menerima empat kartu kuning

Di ajang perempat final Piala Menpora 2021 (4/11/2021), pertemuan kedua tim menghasilkan tiga kartu kuning dan dua kartu merah, dua kartu kuning Persib didapatkan Farshad Noor dan Beckham Putra, sedangkan kartu merah Persib diberikan bagi Wander Luiz.

Menanggapi hal tersebut, Pelatih Persib Bandung, Robert Alberts mengatakan, ia selalu meminta anak asuhnya untuk sedapat mungkin menghindari sanksi akumulasi kartu kuning yang tidak perlu dalam setiap pertandingan.

"Sebagai pelatih tentu saya hanya bisa meminta pemain untuk menghindari kartu kuning yang tidak perlu. Apa itu kartu kuning tidak perlu, ya seperti protes berlebihan, tekel kotor, tekel yang tidak perlu, untuk itu kami setuju dengan kartu kuning yang didapat," ujarnya saat ditemui usai latihan tim di Stadion GBLA, Rabu (15/6/2022).

Menurutnya, dalam tensi pertandingan yang panas dan bagaimana pemain bereaksi, maka adanya pelanggaran dapat dinilai sesuatu yang wajar dalam sebuah pertandingan sepak bola.

Bahkan, di liga-liga besar di Dunia, beberapa pelanggaran dapat dimaklumi. 

"Dalam sepak bola profesional, tentu reaksi seperti itu bisa diartikan sebagai hasrat untuk menang, hasrat untuk merebut bola. Selama pemain tampil dengan spirit, semuanya bisa ditangani secara berbeda," ucapnya.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved