Kamis, 23 April 2026

Pakai Motor Matic 150 CC, Bupati Kuningan Jajal Sirkuit Mandalika

Bupati Kuningan H Acep Purnama jajal sirkuit Mandalika di Kabupaten Lombok Tengah. Pebalap Moto Gp sebelumnya sempat menjajal sirkuit tersebut.

Penulis: Ahmad Ripai | Editor: Mega Nugraha
Istimewa
Bupati Kuningan H Acep Purnama ikut serta merasakan jalur balap Sirkuit Mandalika di Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat. 

Laporan Kontributor Kuningan, Ahmad Ripai

TRIBUNCIREBON.COM,KUNINGAN - Bupati Kuningan H Acep Purnama jajal sirkuit Mandalika di Kabupaten Lombok Tengah. Pebalap Moto Gp sebelumnya sempat menjajal sirkuit tersebut.

"Iya, kebetulan kami ikut merasakan jalur balap Sirkuit Mandalika ini setelah menghadiri kegiatan Kementerian Kesehatan RI," kata Bupati Kuningan Acep Purnama saat dihubungi ponselnya tadi, Selasa (31/5/2022).

Menyoal kemegahan Sirkuit Mandalika, dia menyebut bahwa sirkuit itu merupakan aset bangsa. Bukun motor sport kelas pebalap Moto GP yang dia gunakan saat jajal Sirkuit Mandalika, melainkan, motor matic berkapasitas 150 CC.

"Untuk Sirkuit Mandalika, tentu sudah berkelas internasional. Semoga dengan kesusksesan daripada pembangunan Sirkuit Mandalika, bisa menjadi contoh kami untuk melanjutkan pembangunan sama di daerah," katanya.

Soal pengalaman menjajal lintasan Sirkuit Mandalika, dia mengaku sempat mencoba lintasan bersama sejumlah orang.

"Iya tadi saya bareng Pak Akom, Dokter Denny dan lainnya merasakan Sirkuit Mandalika," katanya.

Bupati Kuningan di Lombok Tengah menghadiri kegiatan sukses Eradiksi Frambusia yang digelar Ditjen Pencegahan Penyakit Kemenkes. Pemkab Kuningan mendapat penghargaan.

Baca juga: Polisi Buru Pelaku Tabrak Lari di Fly Over Kuningan, Korbannya Seorang Wartawan

Eradikasi frambusia merupakan upaya pembasmian berkelanjutan untuk menghilangkan frambusia secara permanen sehingga tidak menjadi masalah kesehatan secara nasional.

“Sekarang sudah ada contoh daerah yang sukses melaksanakan eleminasi kusta dan eradikasi frambusia. Kami harapkan, yang sudah berhasil memberikan contoh kepada daerah lain,” kata Dr. dr. Maxi Rein Rondonuwu, Dirjen Pencegahan Penyakit.

Menurutnya, kusta dan frambusia sudah ada sejak lama dan masih ada hingga saat ini. Diperlukan penanganan yang serius dari kepala daerah melalui kebijakan yang efektif.

 “Penanganannya lebih mudah dari Covid-19, karena sudah ada obatnya. Namun kita perlu bekerja lebih keras lagi untuk benar-benar menghilangkan kusta dan frambusia di seluruh daerah,” ujarnya.

Menurut data dari Kemenkes, ada 47 kabupaten/kota yang telah memenuhi persyaratan Bebas Frambusia termasuk Kabupaten Kuningan salah satunya.

“Saya ucapkan selamat kepada daerah yang sudah mendapatkan sertifikat dan penghargaan. Semoga bisa menjadi contoh bagi daerah lain yang belum mencapai eleminasi kusta dan eradikasi frambusia,” ujar  Dr. dr. Maxi Rein Rondonuwu

Penyakit Frambusia adalah penyakit kulit menular menahun yang kambuhan. Penyebab penyakit Frambusia adalah kuman Treponema Perteneu, yang dimana kulit mengalami infeksi akibat bakteri tersebut.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved