MUI: Khalifatul Muslimin Bukan Ormas, Jangan Mudah Terpengaruh, Laporkan Kalau Ada yang Sebarkan

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Barat tidak mengakui Khalifatul Muslimin sebagai ormas Islam.

Penulis: Nazmi Abdurrahman | Editor: Hermawan Aksan
Tribun Jabar/Daniel Andreand Damanik
Sekretaris MUI Jabar, Rafani Achyar 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nazmi Abdurahman

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Barat tidak mengakui Khalifatul Muslimin sebagai ormas Islam.

Sekretaris MUI Jabar, Rafani Achyar, mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan polisi dan membaca isi dari selebaran yang disebarkan kelompok Khalifatul Muslimin.

"Isi selebarannya, sih, tidak ada kalimat-kalimat eksplisit mau mendirikan negara atau menggantikan NKRI, tidak ada. Malah justru nonmuslim pun diperkenankan," ujar Rafani, saat dihubungi Rabu (1/6/2022).

Menurutnya, isi selebaran yang disebar Khalifatul Muslimin tidak terlalu mengkhawatirkan.

Baca juga: Tentang Selebaran yang Diduga Disebar Khalifatul Muslimin, MUI Jabar Berkoordinasi dengan Polisi

"Cuma yang harus digali itu kenapa ini kok disebarkan secara serentak di wilayah Jawa Barat, itu yang sedang diteliti oleh kami dan pihak kepolisian," katanya.

Saat ini, kata dia, Polres Cimahi dan MUI Kota Cimahi masih melakukan pemeriksaan terhadap pelaku yang menyebarkan selebaran dari kelompok Khalifatul Muslimin.

"Pelaku penyebar selebaran juga di Cimahi sudah ada yang diperiksa, MUI Kota Cimahi juga hadir dengan Polres Cimahi," ucapnya.

Rafani mengaku, menurut informasi yang diterimanya, pendiri Khalifatul Muslimin ini pernah terlibat terorisme.

"Memang katanya si pendirinya itu pernah terlibat dalam terorisme, cuma itu kan sudah dari 2016, jadi yang sedang digali itu ada apa disebarkan di Jabar sekarang-sekarang ini, apa motivasinya," katanya.

Ia mengimbau kepada masyarakat agar tidak mudah percaya dan segera melapor jika menemukan penyebar selebaran tersebut.

"Kalau ada yang menyebarkan lagi segera laporkan, baik ke MUI maupun ke pemerintah setempat."

"Kedua, jangan mudah terpengaruh, karena dari bahasanya juga bukan bahasa yang dalam gitu, tidak mencerminkan tingkat intelektual yang tinggi menurut saya di dalam selebarannya itu."

"Jadi, saya kira masyarakat tidak akan mudah terpengaruh, tapi tetap kalau menemukan yang menyebarkan laporkan segera," ucapnya. (*)

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved