Harkat Perempuan Dimata Arleti M. Apin
Menelusuri ruang pamer di galeri seni Kunstkring berjajar karya-karya seni lukis dengan ukuran yang seragam besarnya 140 x 110 cm, dikelompokan sesuai
TRIBUNJABAR.ID, Menelusuri ruang pamer di galeri seni Kunstkring berjajar karya-karya seni lukis dengan ukuran yang seragam besarnya 140 x 110 cm, dikelompokan sesuai dengan objek-objek yang diusung oleh perupanya.
Salah satunya tampak lukisan Arleti Mochtar Apin yang melukis hamparan warna yang didominasi biru cerah dan sapuan warna putih pada bagian tengah tampak noktah warna yang beragam.
Menurut senimannya karyanya merupakan dalam tema harkat ini betul betul menuangkan gagasan pribadinya yang memandang perempuan secara natural, bertugas melahirkan serta membesarkan anak.
Dalam pengertian luas, hal ini berarti membawa generasi untuk kehidupan selanjutnya. Ibu adalah perempuan yang pertama kali menumpahkan air berupa darah serta air mata penuh dalam rasa sakit dan kasih sayang , bagi generasi yang dilahirkan.
Jadi begitu banyak air ditumpahkan perempuan secara alami demi berlangsungnya siklus kehidupan. Air mata perempuan bukan identik kesedihan, karena puncak kebahagiaan juga menitikkan air mata.
Karyanya mengusung hal ini, jadi ungkapan keibuan penuh rasa yang beraneka dari perempuan dan kehidupan. Dominasi biru nuansa putih pada komposisi karya adalah ungkapan halusnya perasaan kasih sayang, gambaran alami feminitas dicoretkan dengan goresan dominan putih di bagian tengah sebagai ekspresi rahim dengan banyak objek berupa gores halus berwarna ditengahnya.
Ini menceritakan bahwa dalam rahim tersedia banyak sumber bakal kehidupan melahirkan anak penerus generasi lengkap dengan nutrisi dan cinta kasih dari perempuan sebagai indungnya.
Beberapa garis natural dari lelehan cat yang dicairkan adalah suatu penegasan tentang air dalam harkat perempuan yang tak terpisahkan. Bukan berarti cengeng tapi semua terkait kuat dengan rasa dan menjadi kekuatan yang feminin.
Judul lukisan karya Arleti tersebut berjudul My Expression, mencerminkan visi dan ungkapan pribadinya tentang harkat perempuan yang terlihat halus tapi menyimpan kekuatan besar.
Karya Arleti ini dibuat bukan di studio lukis akan tetapi secara spontan dibuat di ruang terbuka tepatnya di seberang bunderan HI pada tanggal 22 Mei 2022 bersama dengan 20 orang perupa lainnya.
Dari 20 perupa yang dipilih panitia berdasarkan pertimbangan kiprah mereka selama ini telah aktif berpameran di dalam dan luar negeri, serta memiliki pemikiran maju untuk bangsanya.
Arleti Mochtar Apin, terpilih dengan data seorang pengajar desain dari Institut Teknologi Harpan Bangsa dari Bandung. Ia aktif berkesenian dalam Komunitas 22 Ibu dan beberapa komunitas budaya, aktif berpameran didalam dan luar negeri, beberapa negara Asia dan Eropa telah dijelahinya.
Ia melukis bersama untuk berbagi pemikiran agar para perempuan lain menyadari perannya ingin membawa keluarga dan bangsa untuk maju.
Kegiatan ini dianggap sebuah gerakan memperingati Hari Kebangkitan Nasional yang diaktualisasikan melalui melukis bersama di Jakarta. Diprakarsai oleh Revoluta S. dari bekerja sama dengan Bapak Prof. Dr. Chrysnanda Dwilaksana, M.Si dari Kampung Semar.
Hasil dari melukis diruang terbuka dipamerkan di Tugu Kunstkring Paleis Gallery, di Jl. Teuku Umar No. 1, Jakarta Pusat. Pameran sedang berlangsung dari tanggal 24 Mei 2022 hingga tanggal 1 Juni 2022, Pameran ini dibuka oleh Ibu Yenny Wahid dan dihadiri oleh sejumlah peminat seni rupa dan masyarakat luas.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/my-expression-karya-arleti-mochtar-apin.jpg)