Kamis, 16 April 2026

Kepala Dinas yang Diusir Bupati Sikka Juga Dibilang Goblok Bela Diri, Ini yang Dilakukan Saat Rapat

Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo, mengusir satu kepala dinasnya dari ruang rapat karena dinilai main handphone, Rabu (25/5/2022). 

Editor: Giri
Suasana ketika Bupati Sikka, NTT, Fransiskus Roberto Diogo, mengusir Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Hengky Sali saat rapat evaluasi penanganan stunting tingkat kecamatan di Aula Lantai III Kantor Bupati, Rabu (25/5/2022). (Serafinus Sandi Hayon Jehadu/Kompas.com) 

TRIBUNJABAR.ID, SIKKA - Bupati Sikka, Nusa Tenggara Timur, Fransiskus Roberto Diogo, mengusir satu kepala dinasnya dari ruang rapat karena dinilai main handphone, Rabu (25/5/2022). 

Namun, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Sikka, Hengky Saly, membantah dirinya bermain handphone, hingga berujung pengusiran itu.

Peristiwa pengusiran itu terjadi saat rapat evaluasi penanganan stunting tingkat kecamatan di Aula Lantai III Kantor Bupati Sikka.

Menurut Hengky, dia sedang mengirim pesan ke kepala dinas lain saat itu.

Namun, Bupati mengiranya bermain handphone hingga mengusir dan menyebut dirinya tak layak jadi kepala dinas.

"Saya tidak bermain handphone, tapi saya sedang ketik pesan mau kirim ke Kadis Pariwisata, Pet Poling, untuk menghubungi Kepala Dinas Pertanian, Jemi Sadipun. Itu saja. Saya tidak bermain handphone," ujar Hengky kepada awak media.

Baca juga: Uya Kuya Datangi Polda Metro Jaya, Beri Keterangan Terkait Laporannya kepada Medina Zein

Meski demikian Hengky tetap menuruti perintah Bupati Fransiskus untuk meninggalkan ruangan rapat.

Fransiskus Roberto Diogo mengusir Hengky yang dinilainya bermain handphone saat dirinya memberi penjelasan di tengah rapat.

"Pak Hengky kalau tidak puas keluar, keluar. You keluar dari ruangan ini. Kau main HP apa,” teriak Roberto dengan suara lantang.

Baca juga: Kecelakaan Maut Tanjakan Pari Ciamis, Sopir Bus Jadi Tersangka, Terancam Hukuman 6 Tahun Penjara

Di depan umum, bupati bahkan menyebut anak buahnya itu tak pantas menjadi kepala dinas.

"Keluar, kamu tidak pantas jadi kepala dinas. Bupati omong kamu menggerutu-menggerutu. Kau pintar apa kau. Goblok minta ampun. Itu tidak baik itu," ujarnya. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com

Sumber: Kompas
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved