Efek Penyakit Mulut dan Kuku, Pembeli Daging Sapi di Majalengka Jadi Rewel

Penyakit mulut dan kuku (PMK) yang menyerang ternak sapi dampaknya dirasakan para pedagang sapi di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat.

Penulis: Eki Yulianto | Editor: Mega Nugraha
Tribun Jabar / Eki Yulianto
Amin, seorang pedagang daging sapi di Pasar Tradisional Sindangkasih Cigasong Majalengk 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto

TRIBUNCIREBON.COM, MAJALENGKA- Penyakit mulut dan kuku (PMK) yang menyerang ternak sapi dampaknya dirasakan para pedagang sapi di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat.

Mereka mengaku akibat wabah PMK, pembeli daging sapi kini kian agak rewel. Banyak pembeli yang menanyakan terlebih dahulu kebersihan akan daging yang hendak dibelinya.

Para pedagang menduga, penyebabnya tak lain karena kekhawatiran pembeli akan penyebaran PMK yang kini meluas.

Amin (44), seorang pedagang daging sapi di Pasar Tradisional Sindangkasih Cigasong Majalengka mengaku para konsumennya kini sebelum membeli selalu bertanya terlebih dahulu.

Pertanyaannya, berkaitan dengan kebersihan akan penyakit yang kian merebak ke hewan ternak di sejumlah daerah.

Baca juga: Terindikasi PMK, Enam Sapi di Ciamis Terpaksa Diisolasi Karena Beratnya Turun Drastis

"Kalau imbas belum ada, mudah-mudahan jangan lah ya. Tapi sekarang banyak yang nanya, misal ini daging aman engga? Rewel juga hehe. Kata saya ya aman, karena langsung dari pemotongan," ujar Amin, Sabtu (21/5/2022).

Menurutnya, hal itu dirasa Amin wajar di tengah wabah PMK tersebut. Beruntungnya, saat bertanya, para konsumen tetap membeli daging sapi yang dijualnya.

"Yang datang menanyakan kekhawatiran ga banyak juga, hanya beberapa saja. Saya rasa, pembeli juga tidak terlalu memperhatikan penyakit itu, karena mereka sudah percaya sama kami atau toko kami," ucapnya.

Di sisi lain, selepas lebaran, penurunan jumlah pembeli juga dirasakan oleh para pedagang daging sapi di pasar tersebut.

Salah satu penyebabnya, harganya yang masih di atas harga normal, yakni Rp 150 ribu per kilogramnya.

"Penurunan konsumen ada, dari sejak PMK dan lebaran. Jadi pembeli mah masih ada, cuma menurun setelah lebaran."

"Saat ini masih Rp 150 ribu dari normalnya Rp 130 ribu," jelas Rika, pedagang sapi lainnya.

Ia pun berharap, harga daging sapi jenis lokal yang dijualnya kembali ke harga normal.

Selain itu, kasus penyakit mulut dan kuku tidak sampai datang ke Majalengka.

"Harapannya semoga mudah-mudahan tidak sampai ke Majalengka lah, cepat beres penyakitnya cepat hilang dan harga daging normal lagi," katanya.

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved