PKL Direlokasi dari Kawasan Dago, Pemkot Sukabumi Anggap PKL Tak Jaga Kebersihan dan Kenyamanan

"Untuk sementara waktu para PKL kami tempatkan di kawasan ruas jalan Dewi Sartika dan kami minta para PKL untuk tidak lagi berjualan di kawasan Dago,"

Tribun Jabar/Dian Herdiansyah
Petugas membersihkan kawasan Dago Kota Sukabumi setelah merelokasi pedagang kaki lima (PKL), Senin (16/5/2022). 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id, Sukabumi, Dian Herdiansyah

TRIBUNJABAR.ID, SUKABUMI- Pemerintah Kota Sukabumi merelokasi pedagang kaki lima (PKL) di Jalan Ir. H Djuanda atau yang dikenal Jajanan Dago Kota Sukabumi, Senin (16/5/2022).

Relokasi itu merupakan langkah pemerintah Kota setelah para PKL diberi kesempatan satu tahun terakhir supaya menjaga kondisi kebersihan dan kenyamanan.

Nyatanya, untuk menjaga kawasan yang baru saja dibangun oleh pemerintah, para PKL tidak bisa menjaga dengan baik. 

"Dalam perkembangannya pemerintah melihat yang secara khusus nampaknya para PKL tidak bisa ditempatkan disini. Akhirnya kami minta mereka untuk tidak kembali Berdagang di kawasan Dago ini," ujar Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi.

Pemkot, ucapnya, akan melakukan pembenahan di kawasan Dago setelah relokasi PKL.

Baca juga: Cerita Pedagang Siomay Lunasi Biaya Haji dengan Uang Receh, Ikhlas Antre Selama 32 tahun

"Untuk sementara waktu para PKL kami tempatkan di kawasan ruas jalan Dewi Sartika dan kami minta para PKL untuk tidak lagi berjualan di kawasan Dago," ujarnya.

Ketua Paguyuban Pedagang Dago, Ferdian, mengatakan, relokasi tersebut sama sekali tidak ada penolakan dari para PKL.

"Kami tidak menolak, itu keputusan pemerintah yang harus diterima dan PKL siap pindah," ucapnya.

Menurut Ferdian, para PKL direlokasi ke Jalan Dewi Sartika, tidak jauh dari lokasi sebelumnya.

"Tempatnya relokasi ini tidak jauh. Ya harapannya bisa ramai seperti di Dago," katanya.

Baca juga: Rejeki Nompol PKL Alun-alun Majalengka, Dapat Jutaan Dalam Semalam saat Libur Lebaran

Satu pedagang kaki lima (PKL), Ajat, mengatakan sangat kecewa dengan kebijakan pemerintah tersebut. 

"Kecewa, biasa jualan Di dago dari dulu, kalau pindah ke jalan Dewi sartika kita dari nol lagi, beberapa pedagang lainnya juga mengeluh," katanya.

Ajat sudah 25 tahun berjualan bakso di Kawasan Dago Kota Sukabumi. Ia belum mempunyai rencana untuk melanjutkan dagangan baksonya di Jalan Dewi Sartika yang ditetapkan sementara oleh Pemerintah Kota Sukabumi 

"Saya masih berpikir untuk jualan di Jalan Dwi Sartika ini, belum ada rencana," katanya. Ia khawatir, pembeli di lokasi baru tak seramai di lokasi sebelumnya.

 

 

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved