Kabar Terbaru Ade Armando Usai Dikeroyok, Bersyukur Cepat Ditolong dan Selamat, Singgung Takdir
Kini sudah berlangsung sebulan, kabar terbaru Ade Armando mengungkap kondisi terkininya setelah dikeroyok pendemo pada April 2022 lalu
TRIBUNJABAR.ID - Pada April 2022 lalu, tragedi tak terduga menimpa Ade Armando mendapatkan pengeroyokan di tengah massa demo.
Ade Armando, pegiat media sosial itu menjadi korban pengeroyokan yang dilakukan sejumlah orang saat Demo 11 April 2022 lalu.
Setelah terselamatkan dari kerumunan massa, Ade Armando langsung mendapat perawatan usai dikeroyok massa tersebut.
Kini sudah berlangsung sebulan, kabar terbaru Ade Armando mengungkap kondisi terkininya setelah dikeroyok pendemo.
Ia mengaku bersyukur polisi langsung memberikan perlindungan dan pertolongan.
Ade pun menyinggung takdir seandainya ia tak mendapat pertolongan lebih cepat, ia menduga akan meninggal.
Baca juga: Sosok Ade Armando, Pegiat Media Sosial Babak Belur di Tengah Massa Demo di DPR, Cetak 8 Kontroversi
Dosen Ilmu Komunikasi itu mengaku kondisinya sudah mulai membaik namun belum sepenuhnya pulih.
Soal aksi pengeroyokan terhadap dirinya pada 11 April 2022 lalu, Ade Armando menyebut dirinya bisa saja meninggal dunia jika terlambat ditolong anggota kepolisian.
“Kondisi terparahnya tentu saja bisa mati ketika itu.
Jadi dokter bilang kalau saja terlambat barangkali 5-10 menit, polisi menolong saya, jadi berhasil menerobos pengeroyok, ada kemungkinan saya sudah mati atau meninggal dunia,” tutur Ade Armando seperti dikutip TribunStyle.com dari CokroTV, Senin, (16/5/2022).
Dirinya juga bersyukur bahwa pengeroyokan yang dialaminya tidak membuatnya sampai lumpuh atau hilang ingatan.
“Saya harus beruntung, saya juga sangat bersyukur kepada Allah."
"Ternyata saya masih dilindungi,” ungkapnya.
Saat ini, Ade mengatakan kondisinya saat ini jauh lebih baik.
Hanya saja, katanya, kondisinya dinyatakan tidak bisa kembali seperti sedia kala.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/kabar-terbaru-ade-armando-setelah-mendapat-perawatan-usai-jadi-korban-pengeroyokan.jpg)