Polisi di Ciamis Datangi Balai Peternak Sapi Antisipasi Wabah PMK

Antisipasi penularan penyakit mulut dan kuku (PMK)  pada ternak, polisi datangi UPTD Balai Peternak Sapi BPPIBT Jabar di Cijeungjing, Ciamis.

Penulis: Andri M Dani | Editor: Mega Nugraha
Istimewa
Antisipasi penularan penyakit mulut dan kuku (PMK)  pada ternak, polisi datangi UPTD Balai Peternak Sapi BPPIBT Jabar di Cijeungjing, Ciamis 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Andri M Dani

TRIBUNJABAR.ID,CIAMIS –Antisipasi penularan penyakit mulut dan kuku (PMK)  pada ternak, polisi datangi UPTD Balai Peternak Sapi BPPIBT Jabar di Cijeungjing, Ciamis.

Kapolsek Cijeungjing AKP Alan Dahlan disertai sejumlah anggota Polsek Cijeungjing mendatangi balai tersebut. Langkah koordinasi tersebut guna  mendukung upaya pemerintah dalam pencegahan wabah PMK . Juga mengerahkan para anggota Bhabinkamtibmas untuk mengedukasi peternak di wilayah kerja masing-masing  tentang wabah PMK.

Tidak hanya sekedar mengedukasi penanganan PMK dan ciri-ciri ternak yang terindikasi kena PMK. Peternak juga dapat melapor ke petugas bhabinkamtibmas bila ternaknya tergejala PMK untuk segera ditindak lanjuti oleh petugas berwenang agar penularan PMK cepat diatasi dan tidak meluas.

Informasi dari petugas UPTD Balai Peternakan Sapi BPPIBT Cijeungjing, dari pengecekan rutin yang dilakukan petugas internal BPPIBT, dari 520 ekor sapi yang ada di UPTD Balai Peternak Sapi BPPIBT yang berada di bawah Dinas Ketahanan Pangan dan Peternak Jabar tersebut dalam kondisi sehat.

“Sebanyak 520 ekor sapi yang ada di UPTD tersebut dalam kondisi sehat dan tidak terjangkit wabah PMK,” ujar Kapolsek Cijeungjing, AKP Alan Dahlan.

Baca juga: Antisipasi PMK, Polresta Cirebon dan Puskeswan Ciledug Periksa Sejumlah Peternakan, Begini Hasilnya

Menyusul adanya ancaman wabah PMK, Balai Peternakan Sapi BPPIBT Cijeungjing melakukan upaya pencegahan dengan langka h tidak ada sapi keluar masuk UPTD Balai Peternak Sapi BPPIBT Cijeungjing tersebut.

Termasuk juga mewaspadai sapi keluar masuk Ciamis. Menyusul adanya penjualan sapi yang berasal dari daerah kasus di Jateng dan Jatim yang diperjual belikan di pasar ternak di Manonjaya Tasikmalaya. Daerah yang cukup dekat dengan Ciamis. (andri m dani)

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved