Breaking News:

Kecam Kasus Penculikan Anak di Jakarta dan Bogor, Puan Minta Aparat Jerat Pelaku dengan UU TPKS

Ketua DPR RI Puan Maharani mengecam keras penculikan belasan anak di wilayah Jakarta dan Bogor yang disertai dengan kekerasan seksual.

Penulis: DNA | Editor: MGWR
Dok. Humas DPR RI
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia Puan Maharani 

TRIBUNJABAR.ID - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia (RI) Puan Maharani mengecam keras penculikan belasan anak di Jakarta dan Bogor yang disertai dengan kekerasan seksual.

Ia meminta penegak hukum turut menjerat pelaku dengan Undang-undang (UU) Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS). Sebab, berdasarkan pemeriksaan ada korban yang mengalami pencabulan.

“Pelaku harus dihukum seberat-beratnya. Saya kira tidak cukup hanya dengan menggunakan pasal pidana penculikan. Tetapi juga harus dijerat dengan UU TPKS yang sudah resmi diundangkan, agar korban dan keluarganya mendapatkan keadilan,” ujar Puan, dalam keterangan tertulisnya Jumat (13/5/2022).

Menurut Puan, pengesahan UU TPKS oleh DPR RI pada Selasa (12/4/2022), dirancang secara progresif untuk melindungi korban kekerasan seksual.

Salah satu langkah progresif itu dengan menjatuhkan hukuman yang jauh lebih berat terhadap pelaku. Utamanya dari hukuman yang selama ini hanya diatur dalam Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP).

“Kasus ini harus menjadi contoh implementasi penegakan hukum oleh aparat yang berwenang di lapangan,” ucap Puan.

Dengan hukuman berat, lanjut dia, diharapkan akan menimbulkan efek jera baik untuk pelaku maupun pihak-pihak yang mencoba melakukan perbuatan serupa.

“Ini persoalan yang sangat serius buat saya. Anak-anak sebagai generasi penerus bangsa harus mendapat jaminan perlindungan dari segala bentuk kekerasan seksual,” kata Puan.

Ia menilai bahwa tindakan pelaku telah melanggar banyak aturan termasuk terkait perlindungan anak.

Oleh karenanya, menurut Puan, penting sekali menjerat pelaku dengan UU TPKS dan UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.

“Sebagai ibu dua anak, hati saya seperti tersayat mendengar anak-anak diculik dan terpisah dari orangtuanya sampai berhari-hari. Apalagi mendapat kabar anak-anak dilecehkan secara seksual,” jelas Puan.

Mantan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) itu juga berharap, pihak kepolisian bisa bekerja sama dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kementerian PPPA), Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), serta pemangku kebijakan lainnya untuk pemulihan korban.

Tak hanya itu, Puan mengatakan, trauma healing untuk korban harus dilakukan sebaik-baiknya.

“Pastikan agar peristiwa ini tidak meninggalkan trauma yang memengaruhi masa depan anak. Menjadi tugas kita bersama agar anak korban penculikan dan pencabulan ini tidak mengalami dampak psikologis berkepanjangan,” imbuhnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved