Puan Minta Hepatitis Akut Cepat Ditangani, Pemerintah: Kami Ikuti Pedoman WHO

Puan Maharani meminta pemerintah terus berkoordinasi dengan World Health Organization (WHO) dalam menghadapi penyebaran hepatitis akut.

Penulis: IJS |
Youtube PDIP
Puan Maharani umumkan calon wali kota Surabaya. 

TRIBUNJABAR.ID – Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengungkapkan, antisipasi penyebaran hepatitis saat ini masih ditangani Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sebagai kementerian teknis.

Dia menyebutkan, Kemenkes saat ini telah mengerahkan segala sumber daya yang dimiliki untuk menangani penyakit tersebut.

"Sementara ini masih ditangani langsung oleh Kemenkes, sebagai kementerian teknis," kata Muhadjir melalui siaran persnya, Kamis (12/5/2022).

Sebelumnya, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia (RI) Puan Maharani meminta pemerintah terus berkoordinasi dengan World Health Organization (WHO) dalam menghadapi penyebaran hepatitis akut.

Puan juga mengingatkan pemerintah agar menyiagakan dokter anak dan tenaga medis lainnya di setiap daerah, serta mempersiapkan fasilitas kesehatan untuk skenario terburuk.

Selain itu, Puan mengimbau masyarakat, khususnya orangtua yang memiliki anak untuk mengantisipasi penyebaran hepatitis akut yang dilaporkan cukup membahayakan bagi anak.

Menanggapi hal itu, Juru Bicara Kemenkes Siti Nadia Tarmizi mengungkapkan, pihaknya terus melakukan koordinasi dengan WHO.

“Tidak hanya soal memantau perkembangan hepatitis, Kemenkes juga mengikuti pedoman WHO. Kami memonitor perkembangan dan pedoman dari WHO," ujarnya.

Terkait penanganan hepatitis, Nadia mengatakan, pihaknya telah banyak mendapat masukan dan pelajaran dari penanganan pandemi Covid-19.

Menurutnya, pengalaman berhadapan dengan pandemi juga menjadi modal berharga. Segala sumber daya di bidang kesehatan telah dikerahkan untuk penanganan pandemi.

"Belajar dari pandemi kemarin, kami bisa melakukan mobilisasi sumber daya yang ada saat ini. Sumber daya yang ada sangat memungkingkan untuk dialihkan atau diperbantukan untuk mengatasi hepatitis. Kalau diperlukan," tegasnya.

Orangtua waspada

Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Rita Pranawati mengungkapkan, salah satu yang bisa dilakukan untuk mengantisipasi penyebaran hepatitis adalah melalui peran orangtua.

"Memang salah satunya adalah bagaimana orangtua menjaga kebersihan anak dan memandu anak untuk menjaga kebersihan," ujarnya.

Oleh sebab itu, dia meminta setiap orangtua untuk lebih waspada. Rita juga menyarankan orangtua untuk mencari informasi dari sumber akurat.

Selain itu, orangtua juga diminta sadar dan awas terhadap hepatitis. Mereka harus tanggap ketika menghadapi anak yang mempunyai gejala hepatitis.

"Iya, mencari informasi yang benar, kemudian mempraktikkannya. Karena takutnya di keseharian, anak-anak kan tidak terus dengan orangtuanya. Jadi anak harus diedukasi," lanjutnya.

Rita menjelaskan, hal mendasar dalam menjaga kesehatan dan kebersihan harus selalu dipraktikkan pada anak, seperti mencuci tangan sebelum makan, tidak makan sembarangan, atau pun menjaga kebersihan.

"Harus segera dibawa ke rumah sakit agar tidak terlambat karena sudah ada korban yang sampai meninggal," tegasnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved