Bandung Raya Terasa Ngaheab dan Hareudang? Ternyata Ini Penyebabnya Kata BMKG
Prakirawan BMKG Bandung Yan Firdaus menjelaskan, suhu maksimum ini sudah melebihi suhu maksimum normal di Kota Bandung, yakni 28,7 derajat celcius.
Penulis: Muhamad Nandri Prilatama | Editor: Hermawan Aksan
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Nandri Prilatama
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Anda merasakan udara Bandung akhir-akhir ini hareudang atau ngaheab?
Nah, ternyata Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Bandung mencatat suhu maksimum seminggu terakhir ini yang terobservasi berkisar antara 29,6 sampai 31,6 derajat celcius.
Prakirawan BMKG Bandung Yan Firdaus menjelaskan bahwa suhu maksimum ini sudah melebihi suhu maksimum normal di Kota Bandung, yakni 28,7 derajat celcius.
Selain itu, katanya, kelembapan relatif tercatat dalam seminggu terakhir berkisar antara 89 persen sampai 91 persen dengan nilai normalnya, yakni 88 persen.
"Perpaduan antara suhu tinggi dan kelembapan relatif yang tinggi menjadi sebab utama mengapa suhu atau cuaca di wilayah Bandung Raya terasa panas dan gerah," katanya, Rabu (11/5/2022).
Adapun penyebab suhu udara menjadi berada di atas rata-rata normalnya adalah pertama posisi gerak semu matahari yang saat ini berada di sekitar Equator, sehingga kondisi pertumbuhan awan di wilayah Jawa Barat dan Pulau Jawa umumnya berkurang.
Dengan berkurangnya jumlah awan di atmosfer, energi matahari yang diterima permukaan bumi semakin banyak sampai cuaca di siang hari terasa semakin panas dan lembap.
"Masih tingginya suhu permukaan laut sehingga udara terasa lembap karena proses evaporasi dan evapotranspirasi masih tinggi."
"Adanya perubahan fase air dari cair menjadi gas disebabkan tingkat kelembapan udara di atmosfer menjadi tinggi."
"Kelembapan relatif menyatakan perbandingan tekanan uap air dan tekanan uap air jenuh pada suhu yang sama dengan satuan persen."
"Suhu udara tinggi mencerminkan kemampuan menampung uap air juga tinggi," katanya.
BMKG pun memprediksi akan tetap berlangsung sampai akhir Mei atau akhir musim peralihan.
Musim kemarau diprediksi akan segera memasuki Bandung Raya pada awal sampai pertengahan Juni 2022. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/cuaca-cerah-berawan-ayam-jago-kipas-angin_20150706_090528.jpg)