Jumat, 10 April 2026

Jalan Nasional Sumedang-Cirebon di Wilayah Cireki Amblas Terus Menerus

Sepanjang arus mudik dan arus balik Lebaran 2022, Jalan nasional Sumedang-Cirebon di Cireki, Kecamatan Tomo ambles berulang kali. 

Penulis: Kiki Andriana | Editor: Mega Nugraha
Humas Polres Sumedang
Kapolres Sumedang, AKBP Eko Prasetyo Robbyanto saat meninjau jalan nasional yang ambles di Cireki, Kecamatan Tomo, Sumedang, Senin (25/4/2022). 
Laporan Kontributor TribunJabar.id Sumedang, Kiki Andriana
 
TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Sepanjang arus mudik dan arus balik Lebaran 2022, Jalan nasional Sumedang-Cirebon di Cireki, Kecamatan Tomo amblas berulang kali. 
Jalur Cireki ini pertama kali ambles pada Desember 2021, Pemkab Sumedang telah mengambil tindakan cepat dan kini jalur amblas itu ditangani Kementerian PUPR. 
Sebelum mudik lebaran berlangsung, jalur Cireki diperbaiki. Perbaikan dilakukan dengan cara menyeimbangkan kembali bagian yang amblas sejajar dengan bagian yang stabil. 
Setelah seimbang dengan diuruk dan dipadatkan, jalur kemudian diaspal. 
Namun, perbaikan-perbaikan itu tak serta merta membebaskan jalur dari pergerakan tanah. Jalur itu kembali amblas dan amblas lagi. 
"Catatan kepolisian, jalur itu mengalami 5 kali ambles sepanjang arus mudik dan balik berlangsung," kata Kepala Seksi Humas Polres Sumedang, AKP Dedi Juhana di Sumedang, Senin (9/5/2022). 
Dedi mengatakan, setiap kali ambles, tanah turun sedalam 20-3- centimeter. 
"Dengan perhitungan ambles itu, kira-kira saat ini bagian terdalam dari jalan ambles itu dalamnya sekitar 150 centimeter tau nyaris 2 meter," kata Dedi. 
Amblesnya jalan itu, tanah turun ke bagian selatan jalan yang merupakan tebing lumayan curam. 
Menurut Dedi, sepanjang arus mudik dan balik berlangsung, tim dari Kementerian PUPR selalu bersiaga di sekitar titik amblas Cireki. 
Tim ini terus memantau pergerakan tanah. Yakni, ketika terpantau ada ambles, tim segera memadatkan kembali bagian ambles itu. 
"Saat jalan amblas, langsung diperbaiki, langsung diperbaiki, begitu," katanya. 
Beruntung, beban jalan berkurang karena kendaraan bertonase tinggi seperti fuso, tronton, atau kontainer dilarang beroperasi selama arus mudik dan balik. 
"Jalur Cireki juga dipakai dua lajur," kata Dedi.
 
Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved