Rabu, 8 April 2026

Mudik Lebaran 2022

Waspadai 49 Titik Kemacetan di Jabar Saat Mudik Lebaran 2022, Termasuk Exit Tol Cileunyi

Ada 49 titik rawan kemacetan saat arus mudik Lebaran 2022 di Jawa Barat.

Tribuncirebon.com/Eki Yulianto
Kemacetan terjadi di Jalur Arteri Mudik Bandung-Cirebon, tepatnya di Kecamatan Sumberjaya, Kabupaten Majalengka akibat adanya pasar tumpah di wilayah tersebut. 

Laporan Wartawan TribunJabar.id, Muhamad Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Masyarakat diimbau untuk mengantisipasi 49 titik kemacaten di Jawa Barat pada mudik pertama saat pandemi Covid-19 ini.

Berdasarkan pengalaman mudik sebelum pandemi, titik-titik langganan macet tercatat di 12 daerah yakni Sumedang, Tasikmalaya, Ciamis, Kuningan, Bogor, Cianjur, Bekasi, Sukabumi, Bandung, Subang, Purwakarta, dan Karawang.

Kepala Dinas Perhubungan Jabar A Koswara mengatakan kebanyakan kemacetan disebabkan aktivitas pasar tradisional dan pasar tumpah, terminal resmi dan terminal bayangan, persimpangan jalan, tanjakan, jalan berkelok-kelok, tempat wisata, atau hanya karena memang volume kendaraan yang meningkat. 

Koswara mencontohkan kemacetan sudah hampir pasti akan terjadi di daerah Limbangan, Garut namun hal itu sudah diantisipasi. 

"Di Limbangan, Kabupaten Garut ada tiga titik pasar. Kemacetan disebabkan banyak orang menyeberang. Nanti akan dibuat pembatasan agar tidak menyeberang sembarangan," ujarnya di Bandung, Kamis (28/4/2022).

Kemudian di Cileunyi, kemacetan bisa saja terjadi akibat kebingungan pemudik membaca rambu lalu lintas akibat jalan layang yang baru saja dibuat.

Sehingga nantinya akan ditambah rambu-rambu lalu lintas di sekitar exit tol Cileunyi.

"Kami juga menyiapkan Cisumdawu sebagai alternatif menuju Sumedang dan Majalengka. Kemudian jika masih padat juga, kita buka Exit Tol KM 149 Gedebage supaya bisa ke Kota Bandung," katanya.

Koswara mengatakan selain kendaraan pribadi, Dishub Jabar juga telah memastikan angkutan umum, khususnya bus AKDP/AKAP yang akan melayani pemudik sudah melalui pemeriksaan, baik di pul atau pun di terminal saat akan berangkat.

Bus yang dipersiapkan berjumlah 3.709 unit dengan perkiraan mampu mengangkut penumpang sebanyak 166.905 orang per harinya.

Pemerintah juga sudah menetapkan tarif batas atas khusus untuk kelas ekonomi.

Koswara juga meminta pemudik untuk mewaspadai titik rawan macet. Ia menyontohkan di beberapa ruas jalur akan terganggu akibat pasar tumpah.

Baca juga: Masuk Puncak Arus Mudik, 17 Ribu Motor Lintasi Tanjungpura Karawang dari Pukul 00.00 Sampai Pagi Ini

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved