Rabu, 8 April 2026

Mudik Lebaran 2022

Jalan Ambles di Sumedang, Kendaraan dari Bandung Menuju Cirebon Dialihkan

Kami juga melakukan pengalihan arus. Kendaraan dari Bandung menuju Cirebon kami alihkan melalui jalur Sumedang-Lingkar Jatigede via Alamsari-Wado,

Humas Polres Sumedang
Kapolres Sumedang, AKBP Eko Prasetyo Robbyanto saat meninjau jalan nasional yang ambles di Cireki, Kecamatan Tomo, Sumedang, Senin (25/4/2022). 

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG- Para pemudik dari arah Bandung tujuan Cirebon terpaksa menempuh jalur alternatif menyusul kembali amblesnya jalan nasional yang menghubungkan Kabupaten Sumedang dengan Kabupaten Majalengka, di kawasan Cireki, Kecamatan Tomo, Kabupaten Sumedang.

Perbaikan jalur ini dikebut sejak sebelum Ramadan lalu. "Setelah dilakukan uji coba, jalan kembali mengalami penurunan," ujar Kasi Humas Polres Sumedang, AKP Dedi Juhana, Senin (25/4/2022). 

Meski jalur itu masih bisa dilewati, ujar Dedi, sistem buka-tutup jalur terpaksa masih mereka berlakukan karena jalur yang sudah diaspal belum bisa menahan kendaraan beban berat. 

"Kami juga melakukan pengalihan arus. Kendaraan dari Bandung menuju Cirebon kami alihkan melalui jalur Sumedang-Lingkar Jatigede via Alamsari-Wado, dan untuk kendaraan dari arah Cirebon menuju Bandung kami alihkan di pertigaan Kadipaten dan pertigaan Cijelag agar menggunakan jalur Tol Cipali," katanya. 

Dedi meminta, masyarakat yang tetap melewati jalur Cireki untuk bersabar dan tidak saling menyerobot antrean agar tidak menambah kemacetan.

Baca juga: Kantor SAR Bandung Fokus di 9 Titik Rawan di Jalur Mudik, Ada Jalan Tol hingga Pantai Selatan Jabar

"Untuk kendaraan yang bermuatan berat agar menggunakan jalur alternatif lain atau bisa via Tol Cipali lantaran kondisi jalan di kawasan  Cireki  masih labil sehingga berpotensi kembali ambles," ujarnya. 

Tak hanya di Cireki, titik rawan ambles di jalur Bandung-Sumedang juga terdapat di Cigendel. Minggu (24/4) malam, tepian jalan di kawasan ini ambles, dan menyeret dua warung milik warga yang ada di sana.

"Ini warning bahwa jalur mudik di Sumedang masih banyak titik rawan bencana," ujar anggota DPRD Sumedang, Rahmat Juliadi, kemarin.

"BPBD mesti memitigasi daerah mana saja yang rawan sehingga bisa diantisipasi jika terjadi bencana longsor, pergerakan tanah, atau tanah ambles seperti di Cigendel ini," kata Rahmat. 

Pembukaan jalan tol Cisumdawu pada musim mudik kali ini, kata Rahmat, sangat ia apresiasi karena para pemudik yang masuk dari Gerbang Tol Cileunyi bisa keluar di Gerbang Tol Cimalaka sehingga tak perlu melalui Cadaspangeran.

Mudik kali ini berbeda karena jumlahnya akan membludak. Selain itu, Tol Cisumdawu masih terbatas karena di beberapa titiknya juga masih rawan longsor.

Tol baru hanya untuk pemudik dari arah Bandung, sementara dari arag Cirebon terpaksa masih harus melalui jalur arteri. 

Baca juga: Tanah Ambles yang Seret 2 Warung Nasi di Cigendel Sumedang Kini Ditangani Dinas Bina Marga Jabar

"Jadi salah satu yang harus segera dilakukan adalah memperkuat BPBD-nya. Saat ini, kondisi BPBD Sumedang bukan saja kekurangan personel, tapi juga kekurangan perkakas, entah itu alat berat atau sekadar gergaji mesin untuk penanganan pohon tumbang. 

"Jadi, perkuat BPBD saat ini juga agar ketika berlangsung mudik, semakin banyak yang bisa dikerahkan untuk penanganan bencana di jalur mudik. Kalau saja bencana terjadi dan evakuasi lambat, berapa banyak yang akan dirugikan dan berapa besar kerugiannya?" kata Rahmat. 

Pantauan Tribun Jabar kemarin, belum terlihat adanya peningkatan volume kendaraan di jalur tengah. Kecetan hanya terjadi di beberapa titik, namun secara keseluruhan arus lalu lintas masih normal.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved