Ini Pesan Sekjen Partai Gerindra untuk Para Kadernya Jelang Tahun Politik 2024
Sekjen Partai Gerindra, Ahmad Muzzani, mengingatkan kepada semua kadernya untuk menguatkan struktural partai menjelang tahun politik 2024.
Penulis: Nazmi Abdurrahman | Editor: Giri
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nazmi Abdurahman
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Gerindra, Ahmad Muzzani, mengingatkan kepada semua kadernya untuk menguatkan struktural partai menjelang tahun politik 2024.
Hal itu diungkapkan Ahmad Muzzani saat menghadiri acara silaturahmi dan konsolidasi struktur Partai Gerindra daerah pemilihan Jabar 1 dan 2 DPR RI, di Jalan Pelajar Pejuang, Kota Bandung.
Kegiatan tersebut dihadiri juga oleh Ketua DPD Partai Gerindra Jabar Taufik Hidayat, Sekretaris Abdul Haris Bobihoe, Bendahara Prasetyawati, pengurus DPC dari Dapil Jabar 1 dan 2 DPRD Prov Jabar, DPRD Kab dan Kota Dapil 1 dan 2 anggota DPR RI Sodik Mujahd, Rachel Maryam, dan Mulyadi.
Muzani mengingatkan, semua kadernya agar melakukan konsolidasi mulai dari struktur partai terbawah seperti pengurus anak ranting untuk memenangkan legislatif dan eksekutif tingkat daerah dan nasional, serta paling utama memenangkan Prabowo Subianto sebagai presiden periode 2024-2029.
"Kemenangan daerah harus didukung. Soalnya kalau tidak ditunjang legislatif, maka perjuangan akan lemah juga," ujar Muzani melalui Abdul Haris Bobihoe.
Selain menghadiri agenda partai, Muzzani juga melakukan kunjungan ke Pendopo, bertemu Wali Kota Bandung, Yana Mulyana, yang baru saja dilantik.
Yana merupakan kader yang diusung partai pada Pilwalkot Bandung 2018.
Tak hanya itu, Muzzani juga melakukan silaturahmi dengan ulama, pemimpin ormas, akademisi, dan masyarakat Jawa Barat di Gedung Yayasan Darul Hikam.
Dalam pertemuan itu, Ahmad Muzani menegaskan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto tidak ingin ada perpecahan pada bangsa Indonesia.
Berdasarkan keinginan besar itu, kata dia, Prabowo memilih bergabung dan membantu pemerintahan Jokowi-Ma'ruf Amin.
Muzani mengakui, keputusan Prabowo saat itu tidak populer.
Bahkan, sampai sekarang sering disalahpahami sehingga tak jarang Prabowo sering dicaci maki.
"Tapi itu adalah harga sebuah persatuan dan akhirnya seuasana kondusif terjadi sampai sekarang. Apalagi ketika kita menghadapi pandemi Covid-19, kerukunan dan kebersamaan sangat kita rasakan," ujarnya.
Muzani mengatakan, sebagai negara besar, Indonesia harus memiliki pemimpin yang menjunjung tinggi persatuan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/partai-gerindra-menggelar-acara-silaturahmi-dan-konsolidasi-struktur.jpg)