Dinamiku Susun Program dan Agenda Umat Islam sebagai Persiapan Hadapi Indonesia Emas 2045
Pusat Data dan Dinamika Umat Perguruan Darul Hikam akan menggelar seminar diskusi Program dan Agenda Umat Islam Menuju Indonesia Emas Tahun 2045.
Penulis: Cipta Permana | Editor: Giri
Laporan wartawan TribunJabar.id, Cipta Permana
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Pusat Data dan Dinamika Umat (Dinamiku) Perguruan Darul Hikam akan menggelar seminar diskusi Program dan Agenda Umat Islam Menuju Indonesia Emas Tahun 2045, Minggu (24/4/2022).
Dalam acara tersebut, akan dibahas berbagai topik diskusi, yang menjadi unsur penting, sekaligus potensi kebangkitan bangsa yang harus diaktualisasikan umat Islam tepat pada momentum 100 tahun Indonesia merdeka kelak.
Topik tersebut, yaitu politik dan pemerintahan, hukum dan perundang-undangan, iptek, SDM, dan pendidikan, ekonomi dan kesejahteraan, serta dakwah dan pembinaan umat.
Sejumlah materi itu akan disampaikan para pemateri yang memiliki kapabilitas di bidangnya masing-masing.
Anggota DPR RI yang juga Ketua Dewan Pembina Dinamiku, Sodik Mudjahid, mengatakan, tujuan dari kegiatan tersebut untuk memberikan kontribusi nyata untuk memberikan bagi umat Islam ke depan, merancang agenda menjelang Indonesia Emas 2024.
"Seperti diketahui, dalam sejarah kelahirannya, republik ini tidak bisa dipisahkan dari umat Islam. Bahkan umat Islam dan keislamannya telah memberikan peran dan kontribusi besar dalam pendirian dan pembangunan NKRI, bahkan nilai-nilai Islam masuk ke dalam Pancasila dan mukadimah serta batang tubuh UUD 1945," ujarnya dalam konferensi pers di Kantor Perguruan Darul Hikam, Kota Bandung, Sabtu (23/4/2022).
Maka dari itu, menurutnya, dengan masa Indonesia Emas 2045 tinggal sekitar 23 tahun lagi, namun kondisi umat Islam yang mayoritas ini dianggap belum sesuai dengan harapan, perlu adanya perencanaan dan agenda program-program yang dapat membuktikan bahwa umat Islam siap menyongsong momentum tersebut.
Dalam berbagai bidang, lanjut dia, umat Islam masih tertinggal dan memiliki berbagai permasalahan yang harus dibenahi dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.
Melihat kondisi tersebut, menunjukkan bahwa perjuangan umat Islam selama ini perlu dievaluasi karena dianggap kurang efektif.
"Perjuangan selama ini dilakukan seakan-akan kurang arah dan kurang perencanaan yang baik, dilakukan secara parsial serta kurang bersinergi diantara para pelaku dakwah, baik secara personal maupun secara institusional," ucapnya
Salah satu persoalan tersebut, menurutnya, karena umat Islam belum memiliki roadmap dalam perjuangan umat Islam yang bersinergi dan padu dalam mencapai tujuan, yang mampu menjadikan umat Islam unggul dan memimpin dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, baik nasional maupun global.
Oleh karena itu, melalui kegiatan tersebut, Dinamiku ingin mengajak seluruh umat Islam bekerja secara istikamah dan sistematis, dengan berbasiskan pada data penelitian, memiliki visioner sebagai pedoman kerja, dan pembagian tugas yang jelas, serta tetap berlandaskan pada konsensus nasional.
"Untuk itu, kami ingin seluruh umat Islam menyamakan visi untuk menyongsong Indonesia Emas 2024. Meski mungkin sudah ada kesamaan selama ini, namun karena tidak di sosialisasikan jadi terkesan masing-masing, maka kita harus punya agenda dan manajemen untuk kembali memulai kerja untuk mencapai kemaslahatan umat dan Islam sebagai rahmatan lil al-amin," katanya.
Berdasarkan informasi, kegiatan diskusi Program dan Agenda Umat Islam Menuju Indonesia Emas Tahun 2045, akan diselenggarakan secara hybrid. Untuk luring dilakukan di Kampus SMA Darul Hikam Jalan Supratman 88, Kota Bandung, dan online melalui Zoom Meeting.
Adapun para pemateri kegiatan tersebut, di antaranya Widya Setiabudi Sumadinata (Dekan FISIP Unpad), Ahmad Doli Kurnia Tandjung (Ketua Komisi II DPR RI), Hamdan Zoelva (Mantan Ketua MK/Presiden SI), Prof Cecep Darmawan (Guru Besar Politik UPI/Direktur CEQU DH).
Kemudian Arif Satria (Ketua Umum ICMI), M Solehuddin (Rektor Universitas Pendidikan Indonesia), Sandiaga Salahudin Uno (Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI), Rieke Diah Pitaloka (anggota Badan Pengkajian MPR RI), Indra Fahmi (Wakil Rektor Ikopin University Bidang Kerja Sama dan Pemasaran).
Serta Maman Imanulhaq (anggota DPR RI/NU), Dadang Kahmad (Ketua PP Muhammadiyyah), dan Asrorun Ni’am Sholeh (Tokoh Muda MUI). (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/ketua-dewan-pembina-dinamiku-sodik-mudjahid-kiri.jpg)