Jalan Tol Sering Membuat Jalan Arteri Sepi, Ini Skema Bupati Sumedang Hadapi Hadirnya Tol Cisumdawu

Bupati Sumedang punya skema spesial menghadapi kehadiran jalan tol Cisumdawu yang terbentang 62 km dengan 60 km di antaranya masuk wilayah Sumedang

Penulis: Kiki Andriana | Editor: Darajat Arianto
Tribun Jabar
Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir saat diwawancarai Pemimpin Redaksi TribunJabar Adi Sasono di Gedung Negara Sumedang, Kamis (21/4/2022). 

Laporan Kontributor TribunJabar.id Sumedang, Kiki Andriana

 


TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Jalan tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu) mulai beroperasi. Sebagiannya masih dalam tahap pengerjaan. 


Kehadiran jalan tol selalu berwajah dua. Satu sisi mempercepat mobilitas warga, di sisi lain ada jalur arteri yang terancam sepi. 


Sepinya jalur arteri, tentu sepi juga bagi para pemilik usaha di sepanjang jalan tersebut.

Berkaca dari beroperasinya jalan tol Cipularang terhadap perekenomian di jalan arteri Cianjur dan Purwakarta, Bupati Sumedang punya skema spesial menghadapi kehadiran jalan tol Cisumdawu yang terbentang sejauh 62 kilometer dengan 60 kilometer di antaranya masuk wilayah Sumedang. 


"Di sana ada 6 exit tol. Banyak yang merasa khawatir, belajar dari Purwakarta dan Cianjur, tetapi kami justru memandang ini sebagai tantangan yang harus kita manfaatkan," kata Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir di Gedung Negara, Kamis (21/4/2022). 


Jalan tol Cisumdawu harus digunakan untuk mempercepat aksesibilitas yang berimbas pada pertumbuhan ekonomi warga Sumedang. Dengan jalan ini, Sumedang sejatinya bisa menjadi magnet wisata. 


"Pada setiap exit tol itu, kami rancang ada destinasi wisata. Exit tol di Jatinangor ada Jatinangor Flower Park, di exit Pamulihan ada Smart Farming Ubi Cilembu, exit di wilayah kota Sumedang, banyak destinasi yang bisa dikunjungi, exit Cimalaka ada Tampomas, kemudian exit selanjutnya ada wisata air panas, exit terakhir ada wisata Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Jatigede, semua exit menampilkan magnet wisata," kata Dony. 


Dengan demikian, tak ada alasan warga Sumedang untuk tidak bangkit karena Pemerintah Kabupaten telah menyiapkan skema terbaik agar Sumedang tak sepi.


"Orang akan rela dengan sengaja keluar tol untuk mencapai tempat wisata, seperti saya misalnya dalam perjalanan dari Jakarta, selalu tertarik untuk keluar tol menikmati kuliner di Purwakarta, itu karena ada daya tarik," kata Dony.  

Baca juga: Butuh Informasi Seputar Sumedang Saat Mudik Lebaran 2022? Cukup Kirim Pesan ke Nomor WA Kepo Ini


Selain di luar tol, di dalam tol pada tempat-tempat peristirahatan, Dony menginstruksikan agar penganan-penganan yang disajikan bagi para pengguna jalan tol adalah penganan lokal. 


Penganan dari UMKM Sumedang menempati 70 persen dari produk-produk yang disediakan di lebih dari 4 rest area di tol Cisumdawu. Dony mengatakan harus ada substitusi atau pengganti makanan yang biasanya dikonsumsi di rest area dengan makanan lokal. 


Jika biasanya ada sajian ayam goreng, Dony mencontohkan, maka subtitusinya ayam serupa buatan warga lokal yang tak kalah enak dari segi rasa dan tak kalah saing dalam segi penampilan. 


"Dalam RTRW (rencana tata ruang wilayah) kami juga, kami jadikan daerah di sekitar kecamatan Ujungjaya menjadi daerah industri. Sehingga ini berkelindan dengan keberadaan tol. Akses tol akan mendatangkan investor dan masyarakat bisa bekerja di daerah itu," kata Dony. (*)

 

Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved