Jumat, 10 April 2026

Saat Arus Mudik, BPJT Pastikan Tidak Ada Transaksi di GT Palimanan Tol Cipali

Badan Pengelola Jalan Tol (BPJT) memastikan tidak ada transaksi di Gerbang Tol Palimanan Tol Cipali.

Penulis: Ahmad Imam Baehaqi | Editor: Mega Nugraha
(Remote Pilot FASI dari KompasTV Subandi)
Antrean kendaraan para pemudik mulai tampak di Gerbang Tol Palimanan, Cirebon, Jawa Barat, Rabu (29/5/2019) pukul 12.00 WIB 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNJABAR.ID, CIREBON - Badan Pengelola Jalan Tol (BPJT) memastikan tidak ada transaksi di Gerbang Tol Palimanan Tol Cipali.

PLH Anggota BPJT, Mahbullah Nurdin, mengatakan, transaksi tersebut akan dipindahkan di gerbang tol pengendara keluar atau GT Kalikangkung.

Menurut dia, kebijakan itu pun rencananya mulai diujicobakan pada 22 April 2022 hingga masa arus mudik - balik selesai.

"Tapi, ada evaluasi dulu saat uji coba, jika dinilai efektif maka diteruskan hingga musim mudik," kata Mahbullah Nurdin saat ditemui di GT Palimanan Tol Cipali, Kabupaten Cirebon, Rabu (20/4/2022).

Ia mengatakan, tidak adanya transaksi di GT Palimanan bertujuan untuk memangkas antrean kendaraan pemudik yang melintas dari arah Jakarta menuju Jawa Tengah.

Baca juga: Simak Jadwal Pemberlakuan One Way dan Ganjil Genap di Tol Trans Jawa Mulai dari Tol Jakarta-Cikampek

Pasalnya, animo masyarakat untuk mudik diprediksi meningkat sehingga BPJT menyiapkan upaya-upaya untuk memastikan kelancaran arus kendaraan di jalur tol.

Terlebih, ditetapkannya rencana pemberlakuan one way maupun ganjil genap di jalur tol, termasuk Tol Cipali pada masa arus mudik Lebaran 2022.

"Transaksi di GT Palimanan tetap ada, tapi dipindahkan di gerbang tol keluarnya pemudik yang melintasi Tol Cipali atau GT Kalikangkung," ujar Mahbullah Nurdin.

Pihaknya berharap, kebijakan tersebut dapat mengurangi antrean kendaraan yang melintasi jalur tol selama arus mudik Lebaran, khususnya di GT Palimanan.

Nurdin mengakui, antrean kendaraan di gerbang tol menjadi problem tersendiri ketika arus mudik sehingga perlu disiapkan upaya untuk mengantisipasinya.

Namun, ia mengimbau para pengendara memastikan saldo e-tollnya mencukupi dan mengisinya apabila dinilai kurang sebelum bertransaksi di gerbang tol.

"Kalau saldonya kurang nanti akan menghambat dan memicu terjadinya antrean kendaraan di GT Palimanan juga, sehingga pastikan saldonya cukup," kata Mahbullah Nurdin.

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved