Sabtu, 11 April 2026

Pernah Bawa Persib Putri Juara Liga 1, Ini Harapan Een Sumarni di Hari Kartini

Ini harapan Een Sumarni, eks kapten Persib Putri yang jadi juara Liga 1 2019 di hari Kartini.

Penulis: Cipta Permana | Editor: taufik ismail
Tribun Jabar/Cipta Permana
Mantan kapten tim Persib Putri, sekaligus pengamat sepak bola, Een Sumarni. 

Laporan wartawan TribunJabar.id, Cipta Permana

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Peringatan Hari Kartini menjadi momentum spesial sekaligus motivasi bagi para perempuan untuk dapat mensejajarkan diri dengan laki-laki dalam bidang apa pun, termasuk olahraga sepak bola.

Inilah yang menjadi harapan dari mantan kapten tim Persib putri yang kini menjadi pengamat sepak bola, Een Sumarni.

Een mengatakan, Hari Kartini bisa menjadi motivasi bagi perempuan untuk dapat mengeksplorasi diri lebih luas.

Pasalnya di zaman sekarang, banyak perempuan yang sudah membuktikan kapasitasnya dan meraih prestasi di berbagai bidang yang mereka tekuni.

"Ya, kita semua tahu bahwa saat ini kemampuan perempuan untuk dapat menekuni, bahkan berprestasi di berbagai bidang sudah diakui. Artinya kesetaraan perempuan dan laki-laki hampir sama lah, termasuk, di zaman sekarang perempuan sudah bisa main bola, enggak cuma laki laki," ujar Een kepada wartawan saat ditemui dalam acara program Sauyunan #LapanganUntukBerbagi, Kamis (21/4/2022).

Menurut perempuan asal Sumedang yang berprofesi sebagai guru tersebut, perempuan di zaman sekarang sangat berbeda dengan zaman dulu.

Perempuan saat ini, mampu mengikuti perkembangan zaman, termasuk di bidang sepak bola.

Menurutnya, sepak bola perempuan Indonesia sudah diakui oleh banyak pihak.

Terlebih, animo masyarakat di beberapa daerah yang mulai mendaftarkan anak perempuannya ke dalam ke tim sepak bola putri.

Bahkan, kini mulai banyak kompetisi yang melibatkan para pesepak bola putri.

Belum lama ini, lanjutnya terdapat beberapa ajang kompetisi dikhususkan untuk tim sepak bola perempuan yang digelar oleh PSSI, seperti Liga 1 Putri dan turnamen Piala Pertiwi.

Een menambahkan, jika dikomparasikan dengan zaman dulu, ia menilai fenomena tersebut sangat langka didapatnya.

Apalagi banyak orang tua yang lebih mengarahkan anak perempuannya ke cabang olah raga lain, mengingat sepak bola sangat identik sebagai olahraga kaum adam.

Meski warga sudah mengakui, kata Een,  kemampuan perempuan dalam mengolah si kulit bundar, tetap sulit untuk menandingi pesepak bola pria.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved