Hari Kartini

Deretan Kata-kata Mutiara RA Kartini Cocok Untuk Story WA sampai Instagram untuk Bangkitkan Semangat

Simak deretan kata-kata mutiara Kartini yang bisa Anda gunakan untuk posting story WA, Instagram, Facebook, dan sejumlah media sosial lainnya.

Penulis: Rheina Sukmawati | Editor: Mega Nugraha
ISTIMEWA
RA Kartini 

TRIBUNJABAR.ID - Simak deretak kata-kata mutiara RA Kartini yang bisa Anda gunakan untuk posting story WA, Instagram, Facebook, dan sejumlah media sosial lainnya.

Raden Ajeng Kartini atau lebih dikenal sebagai RA Kartini merupakan perempuan asal Jepara, 21 April 1879.

Tanggal kelahirannya diperingati setiap tahunnya sebagai Hari Kartini.

Hari Kartini dirayakan untuk mengingat jasanya dalam emansipasi perempuan, pendidikan, perjuangan, juga cinta.

Kartini juga pernah menerbitkan buku dengan judul Habis Gelap Terbitlah Terang.

Untuk memperingati Hari Kartini, berikut ini adalah deretan kata-kata Mutiara RA Kartini yang dirangkum dari buku Celoteh RA Kartini: 232 Ujaran Bijak sang Pejuang Emansipasi, karya Ahmad Nurcholish, dilansir oleh Tribunnews.com.

1. "Kita dapat menjadi manusia sepenuhnya, tanpa berhenti menjadi wanita sepenuhnya."

2. "Untuk sementara didiklah, berilah pelajaran kepada anak-anak perempuan kaum bangsawan: dari sinilah peradaban bangsa harus dimulai. Jadikanlah mereka ibu-ibu yang cakap, cerdas, dan baik. Maka mereka akan menyebarluaskan peradaban di antara bangsanya."

3. "Bahwa kebahagiaan perempuan yang paling tinggi, sejak berabad-abad yang lalu bahkan juga sampai saat ini adalah hidup selaras bersama laki-laki."

4. "Rampaslah semua harta benda saya, asalkan jangan pena saya."

5. "Pendidikan sekolah bagi anak-anak pada waktu sekarang merupakan hal yang biasa sekali, tetapi kalau jumlah anak mencapai 25 orang, bagaimana mungkin pendidikan yang sebaik-baiknya itu dapat diusahakan bagi mereka semua? Orang tidak berhak melahirkan anak apabila dia tidak mampu menghidupinya."

Baca juga: Sosok RA Kartini Tokoh Emansipasi Wanita, Suratnya Diabadikan Jadi Buku Habis Gelap Terbitlah Terang

6. "Bila orang hendak sungguh-sungguh memajukan peradaban, maka kecerdasan pikiran dan pertumbuhan budi harus sama-sama dimajukan."

7. "Adalah suatu pertolongan dan bantuan besar sekali bagi orang laki-laki jika perempuan berbudi tinggi dan terpelajar."

8. "Ketidaksetaraan perempuan ini akibat dari dibatasinya akses perempuan untuk memperoleh pengetahuan sehingga perempuan menjadi bodoh. Sehingga cara satu-satunya adalah perempuan harus sekolah."

9. "Simpati itu bagi kami merupakan kepuasan, kekuatan, bantuan, kegembiraan, dan hiburan."

Halaman
123
Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved