Demo 11 April

Diguyur Hujan Deras, Mahasiswa Pengunjuk Rasa Bertahan di Depan Gedung Sate, Massa Terus Bertambah

Semakin sore, massa yang melakukan aksi di Jalan Diponegoro terus bertambah.

Tribun Jabar/Muhammad Syarif Abdussalam
Mahasiswa tetap bertahan di tengah hujan deras yang mengguyur Kota Bandung. 

Laporan Wartawan TribunJabar.id, Muhamad Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Hujan deras mengguyur aksi unjuk rasa mahasiswa di depan Gedung Sate, Kota Bandung, Senin (11/4/2022).

Sebagian massa bertahan dan mendengarkan orasi di depan Gedung Sate, sebagian lagi berteduh di sejumlah bangunan di sekitar lokasi aksi.

Walaupun hujan turun pukul 15.00 WIB, kelompok-kelompok mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi terus berdatangan.

Akhirnya, massa yang tadinya hanya sekitar seratusan orang pun bertambah banyak sampai menyesaki Jalan Diponegoro depan Gedung Sate.

Selain berorasi, mereka membakar ban di lokasi aksi. Dengan jas almamater yang basah kuyup mereka berorasi, menyanyikan berbagai lagu perjuangan mahasiswa dan lagu nasional, berupaya menghangatkan diri di tengah hujan deras yang mengguyur mereka.

Para petugas keamanan pun bersiaga mengamankan aksi unjuk rasa. Para pedagang makanan dan minuman bertebaran di sekitar lokasi.

Pedagang jas hujan pun laku keras, menjual jas hujan plastik seharga Rp 10 ribu per buahnya.

Sebelumnya diberitakan, ratusan mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi dan organisasi di Bandung Raya berunjuk rasa di depan Gedung Sate, Kota Bandung.

Mereka memprotes sejumlah kebijakan pemerintah, di antaranya kenaikan pajak, BBM, dan harga kebutuhan pokok.

Massa aksi menduduki Jalan Diponegoro sehingga arus lalu lintas dialihkan ke jalan sekitarnya. Setelah berunjuk rasa di depan Gedung Sate, mereka pun berorasi di depan Gedung DPRD Jabar.

Koordinator aksi dari UPI, Andika Fibio, mengatakan aksi unjuk rasa di tengah Bulan Suci Ramadan di Bandung ini bersamaan dengan aksi unjuk rasa serupa di kota dan kabupaten lainnya di Jawa Barat dan Indonesia, termasuk di DKI Jakarta.

Ia mengatakan aksi unjuk rasa tersebut adalah bentuk penolakan terhadap kebijakan pemerintah yang menaikkan pajak dan bahan bakar minyak.

Mereka pun menganggap pemerintah tidak bisa mengendalikan kenaikan harga kebutuhan pokok masyarakat.

"Tuntutannya adalah kami memprotes sejumlah kebijakan pemerintah, dari mulai kenaikan pajak, harga kebutuhan pokok, dan adanya wacana yang inkonstitusional terkait kekuasaan," katanya di sela aksi tersebut.

Selama menjalankan aksinya, sebagian besar pengunjuk rasa mengenakan masker. Mereka membentangkan poster-poster berisi kalimat-kalimat protes terhadap wacana presiden tiga periode dan kenaikan harga kebutuhan pokok dan pajak.

Mereka pun menyuarakan untuk mengawal revisi sisdiknas dan mendorong pengesahan RUU TPKS. Selain itu, mereka pun menuntut negara untuk mewujudkan reforma agraria.

Baca juga: Unjuk Rasa di Gedung DPRD Sukabumi, Mahasiswa Serukan Bukan BLT Migor yang Diinginkan Masyarakat

Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved