Ramadan 1443 H
Menilik Tradisi Mengaji ''Pasaran'' Setiap Ramadan di Sumedang, Pesertanya Tak Harus Santri
Ada tradisi yang setiap Ramadan datang pasti dilakukan di setiap lembaga pendidikan berbasis pesantren.
Penulis: Kiki Andriana | Editor: Giri
Laporan Kontributor TribunJabar.id Sumedang, Kiki Andriana
TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Ada tradisi yang setiap Ramadan datang pasti dilakukan di setiap lembaga pendidikan berbasis pesantren.
Tradisi itu adalah mengaji beragam kitab yang harus khatam dalam sebulan, selama Ramadan berlangsung.
Di Sumedang, pesantren-pesantren besar seperti Pesantren Hikamussalafiyah yang berdiri di Sukamantri, Tanjungkerta, mengekalkan tradisi ini.
"Setiap Ramadan pasti ada pasaran," kata Kiai Sadulloh, Pimpinan Pesantren Hikamussalafiyah saat dihubungi TribunJabar.id, Selasa 5/4/2022).
Di Pesantren yang dirintis tahun 1970-an itu, mengaji pasaran biasanya untuk mengkhatamkan berbagai macam kitab bercorak fikih, atau kitab tentang hukum Islam.
"Pasaran itu pengajian kitab yang ditentunkan jadwalnya dan judul kitabnya di luar jadwal yang dilakukan pada bulan-bulan selain Ramadan," kata Kiai Sadulloh.
Pada tradisi ini, pada umumnya yang dikhatamlkan dalam pasaran bukan hanya satu kitab.
Setidaknya tiga kitab atau empat kitab.
Dengan begini, para peserta mengaji pasaran telah mengikuti semacam akselerasi perbanyakan mubalig.
Sebab, rata-rata santri jika selesai belajar di pesantren, akan dituntut menyampaikan apa yang dipelajari kepada umat.
"Di sini, pesertanya tidak diwajibkan santri. Santri yang mengikuti pasaran mereka yang mau saja. Pasaran juga terbuka untuk masyarakat umum yang berminat mengaji," kata Sadulloh.
Ini pula alasan mengaji seperti ini disebut pasaran, karena pesertanya seperti orang di pasar, tidak khusus santri.
Di Hikamussalafiyah, pasaran dijadwalkan sehabis asar dan selepas salat Tarawih.
Baca juga: Gian Zola Gabung Arema FC, Akan Main Bareng Evan Dimas dan Adam Alis Juga Andik Rendika Rama
Namun, ada pula pasaran khusus tahfiz Al-Qur'an.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/pondok-pesantren-al-hikamussalafiyyah-di-kecamatan-tanjungkerta-sumedang.jpg)