Kudapan dari Cadas Pangeran Sumedang untuk Buka Puasa, Ada Ubi Cilembu yang Legit Hingga Keremes

Sajian ubi bakar yang rasanya manis juga menjadi primadona kudapan di Sumedang. Terlebih, Desa Cilembu, sebuah daerah di kaki gunung Kareumbi,

Penulis: Kiki Andriana | Editor: Darajat Arianto
TRIBUNJABAR.ID/KIKI ANDRIANA
Warnah Dasyati (57) salah satu penjual ubi cilembu di Cadas Pangeran, Sumedang. 

Laporan Kontributor TribunJabar.id Sumedang, Kiki Andriana

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Sumedang, kota berjuluk Italy of The East ini ternyata bukan hanya punya tahu sebagai kudapan khasnya. 

Sajian ubi bakar yang rasanya manis juga menjadi primadona kudapan di Sumedang. Terlebih, Desa Cilembu, sebuah daerah di kaki gunung Kareumbi, merupakan penghasil ubi terbaik. 

Kudapan ini, sangat cocok untuk menjadi santapan berbuka puasa. Rasa manisnya dapat mengembalikan tenaga yang terkuras dalam menjalankan ibadah puasa itu. 

Di pinggir jalan raya Cadas Pangeran, tidak jauh dari ikon patung Pangeran Kornel dan Willem Daendels bersalaman, terdapat banyak penjual ubi cilembu. 

Ubi yang dijual adalah ubi yang dibakar melalui alat oven. Tak sembarangan ubi, para penjual ubi cilembu ini telah mahir bagaimana memperlakukan ubi sehingga matang hanya dengan pengovenan. 

"Tidak bisa langsung dari kebun terus dioven. Harus ditiriskan dahulu, dibiarkan kandungan airnya berkurang," kata Warnah Dasyati (57) salah satu penjual ubi cilembu di Cadas Pangeran

Warnah yang ditemui TribunJabar.id, Minggu (3/4/2022) mengatakan bahwa lama pendiaman ubi pasca-panen minimal dua minggu. 

"Setelah tampak berkurang kadar airnya, terasa dari bobot yang ringan, baru bisa dioven," katanya. 

Ubi cilembu dioven selama satu jam dengan api kecil. Ubi yang matang akan menghasilkan wangi yang legit.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved