Rabu, 15 April 2026

Ramadan 1443 H

Empat Masjid Unik dan Bersejarah di Jabar, Ada yang Dibangung Abad 15 dan Berkubah Emas

Ini empat masjid bersejarah dan masjid unik di Jawa Barat. Ada yang dibangun abad 15.

Tribunjabar/Yongky Yulius
Taman Alun-alun Bandung di halaman Masjid Raya Bandung, Jalan Asia Afrika, Kota Bandung telah selesai direnovasi, hamparan rumput sintetis seluas kurang lebih 4.300 meter persegi sudah terlihat baru. Jumat (21/9/2018). 

Laporan Wartawan TribunJabar.id, Muhamad Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Bulan Suci Ramadan tiba, aktivitas ibadah masyarakat di masjid pun kian meningkat.

Tidak hanya sebagai tempat ibadah, sejumlah masjid di Jawa Barat terkenal dengan sejarah dan bahkan terkenal akan keindahan atau keunikannya.

Beribadah sekaligus berwisata religi di Jabar, mempelajari syiar Islam di Tanah Parahyangan sekaligus mengamati keindahannya.

Ini empat masjid bersejarah dan masjid unik di Jawa Barat :

Azan pitu di Masjid Agung Sang Cipta Rasa, Cirebon.
Azan pitu di Masjid Agung Sang Cipta Rasa, Cirebon. (Disparbud Jabar)

1. Masjid Agung Sang Cipta Rasa

Masjid Agung Sang Cipta Rasa menjadi salah satu saksi bisu perjuangan Wali Sanga dalam menyebarkan Islam di Tanah Jawa.

Mesjid Agung Sang Cipta Rasa terletak di sebelah barat Alun-alun Sangkalabuwana, Kota Cirebon.

Dilansir dari laman disbudpar.jabarprov.go.id, masjid ini dibangun pada tahun 1498 M oleh Wali Sanga atas prakarsa Sunan Gunung Jati pada tahun 1480.

Proses pembangunannya pun dipimpin oleh Sunan Kalijaga dengan arsitek Raden Sepat dari Majapahit bersama dengan 200 orang tukang yang berasal dari Demak. Alhasil bangunan masjid ini cukup unik karena ada akulturasi budaya dengan gaya bangunan Hindu.

Berdasarkan cerita rakyat, masjid ini dibangun dalam waktu satu malam, sehingga bisa digunakan untuk salat Subuh keesokan harinya.

Bila ditilik dari sisi lain, masjid yang menjadi destinasi wisata ikonik di Cirebon ini juga merupakan wujud rasa cinta Sunan Gunung Jati kepada istrinya, Nyi Mas Pakungwati.

Hal itulah yang membuat masjid ini pada awalnya dinamai Masjid Pakungwati,tapi namun tersebut diganti pada tahun 1970 menjadi Masjid Sang Cipta Rasa yang berasal dari pengejawantahan kepercayaan dan rasa.

Saat ini, bangunan masjid tersebut masih orisinal. Tiang-tiang penyangganya masih terbuat dari kayu. Bangunan masjid dibagi menjadi dua, ruang utama dan serambi. Untuk masuk ke ruang utama, jamaah atau pengunjung harus menundukkan kepala. Sebab, pintu masuk ke ruang utama dibuat begitu kecil.

Salah satu kekhasan dari Masjid Sang Cipta Rasa ini, adalah azan pitu atau azan yang dikumandangkan oleh tujuh muazin. Saat ini, hanya di waktu salat Jumat tradisi azan pitu dilakukan.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved