Rp 48 Miliar untuk Anggaran Gorden, Sekjen DPR RI Sebut Gordennya Buatan Lokal, 1 Rumah Rp 80 Juta

Indra menjelaskan, sebenarnya Kesetjenan DPR RI telah mengajukan anggaran untuk merenovasi rumah jabatan sejak 2019.

Editor: Ravianto
Situs LPSE DPR RI
DPR RI menganggarkan 48,7 Miliar untuk penggantian gorden 

Laporan Reporter Tribunnews.com, Reza Deni

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA - Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi) menyoroti pernyataan Sekjen DPR RI Indra Iskandar soal pengadaan gorden DPR RI yang harganya mencapai Rp 48 miliar.

Diketahui, pihak DPR menyebut gorden tersebut terakhir kali diganti pada 2009 dan keinginan pihaknya memberdayakan produk dalam negeri.

"Informasi ini juga perlu dicek ulang karena seingat saya tahun-tahun itu kompleks perumahan DPR sedang dalam tahap renovasi. Baru selesai direnovasi pada 2011," kata peneliti Formappi Lucius Karus kepada wartawan, Selasa (29/3/2022).

Alasan Indra yang mengatakan bahwa gorden yang akan dibeli berasal dari produk dalam negeri, dikatakan Lucius, juga tak bisa jadi pembenaran proyek pengadaan gorden.

"Seolah-olah kita harus menerima pemborosan anggaran hanya karena mau mendukung produk dalam negeri? Jika gorden yang mau disediakan berasal dari produk di dalam negeri, harusnya anggarannya bisa ditekan sedemikian rupa agar tak menyedot terlalu banyak APBN," kata dia

Apalagi, Lucius menyebut, kondisi perekonomian bangsa yang belum pulih secara penuh.

"Kemudian fenomena kelangkaan minyak goreng, serta berbagai barang kebutuhan pokok lain seharusnya merupakan indikator utama bagi DPR untuk mempertimbangkan proyek-proyek tidak mendesak apalagi untuk pihak sendiri," katanya

Dia pun mengatakan pembahasan anggaran bersama pemerintah, DPR seharusnya paling paham tentang kebutuhan anggaran yang mendesak di tahun 2022.

"Pengetahuan terkait kebutuhan mendasar anggaran negara mestinya tercermin dalam kebijakan internal DPR agar mereka tak justru mengubah nafsu bermewah-mewah dan narsis," katanya.

Sebelumnya, Sekjen DPR RI Indra Iskandar buka suara terkait penganggaran puluhan miliar untuk pengadaan gorden di rumah dinas anggota Dewan di Kalibata.

Indra mengungkapkan, sejak 2020 pihaknya banyak menerima keluh kesah dari anggota DPR yang menempati rumah dinas karena banyak gorden yang telah rusak.

Bahkan, ada pula yang rumah dinas yang tak memiliki gorden dan vitrase.

Indra menyebut, terakhir kali memang pergantian gorden itu dilakukan pada 2009 atau sekitar 13 tahun yang lalu.

"Perlu saya jelaskan bahwa sejak tahun 2020 memang banyak permintaan dari anggota dewan kepada Kesekjenan untuk pergantian gorden dan vitrase di rumah jabatan yang sudah sangat tidak layak. Karena saya sudah sampaikan gorden itu terakhir diganti di ada pergantian sebagian di tahun 2009. Sudah sekitar 12 13 tahun yang lalu," kata Indra di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (28/3/2022).

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved