Kemenkominfo Libatkan Start Up, Bantu Pelaku UMKM Lebih Cepat Salurkan Produknya

Direktorat Ekonomi Digital Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo), libatkan start up Lodi Indonesia, bantu pelaku UMKM

Penulis: Nazmi Abdurrahman | Editor: Mega Nugraha
Tribun Jabar / Nazmi Abdulrahman
Seminar Peran Fulfillment Service dan Last Mile Delivery Berbasis Digital untuk Pertumbuhan Bisnis Online UKM di Indonesia di Jalan Asia Afrika, Selasa (29/3/2022). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nazmi Abdurahman. 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Direktorat Ekonomi Digital Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo), libatkan start up Lodi Indonesia, bantu pelaku UMKM lebih cepat salurkan produk ke konsumen. 

Lodi Indonesia merupakan penyedia logistik digital berbasis teknologi yang dapat membantu pelaku UMKM, memberikan layanan logistik dengan gudang penyimpanan produk di sejumlah kota di Indonesia. 

Koordinator Inisiatif Digital Sektor Strategis 1 Direktorat Ekonomi Digital Kemenkominfo, Wijayanto mengatakan, logistik atau fulfillment menjadi sektor strategis yang harus dikembangkan pelaku UMKM agar lebih mudah menyalurkan produknya.

Selama ini, kata dia, kendala yang dihadapi para pelaku UMKM adalah ongkos pengiriman barang dari satu kota ke kota lain. Tak hanya itu, para pelaku UMKM juga sulit untuk membuka banyak gudang di kota lain. 

Dengan memanfaatkan teknologi digital, para pelaku usaha itu dapat memiliki gudang penyimpanan di kota lain, sehingga ongkos pengiriman pun menjadi lebih murah dan kualitas produk tetap terjamin. 

"Jadi, kalau ada konsumen dari Jakarta ya ngirimnya dari Jakarta, gak dari Bandung lagi gitu. Kan akhirnya murah ongkos kirim dan barangnya gak rusak, pengemasannya juga bagus gitu, itu digitalisasi itu di situ jadi membantu mereka memanfaatkan fulfillment dan pengirimannya," ujar Wijayanto, dalam kegiatan seminar Peran Fulfillment Service dan Last Mile Delivery Berbasis Digital untuk Pertumbuhan Bisnis Online UKM di Indonesia di Jalan Asia Afrika, Selasa (29/3/2022). 

CEO Lodi Indonesia, Yan Hendry mengatakan, pihaknya ingin membantu para pelaku UMKM melakukan ekspansi produk jualannya ke seluruh Indonesia. 

Proses penjualan itu, kata dia, ditangani melalui layanan fulfillment dan last mile delivery. Dia menilai, fulfillment menjadi hal penting dalam era digitalisasi saat ini. 

"Kalau mereka mengerjakan sendiri kelimpungan kan, lama-lama kepuasan pelanggan akan turun karena ordernya ter-delay atau packingnya mulai berantakan atau nggak standar. Nah, itu diserahkan ke Lodi dan nanti kami yang akan mengerjakan hal tersebut," ujar Yan Hendry. 

Ada beberapa pelaku usaha yang bermitra dengan Lodi Indonesia. Diharapkan, ke depannya bakal semakin banyak pelaku usaha yang dapat menjalin kemitraan. 

"Biaya ini (di Lodi) sangat terjangkau karena memang sangat ekonomis dibanding dengan mereka mengelola ini sendiri. Kalau mengelola sendiri kan kita harus menghitung orangnya kemudian ongkos materialnya, listriknya, belum lagi sewa tempatnya yang paling mahal, kan gitu. Dengan Lodi, kita bisa melakukan efisiensi," katanya. 

Ketua Komunitas Benua Citra Niaga, Muhamad Fadli mengatakan, ada sekitar 100 anggota pengusaha kuliner, fashion dan lainnya yang mengikuti kegiatan tersebut. 

Dikatakan Fadli, pengiriman memang menjadi kendala para pelaku UMKM, terutama pada saat pandemi Covid-19 tinggi. 

Diharapkan, proses penyaluran produk UMKM dapat makin baik berkat kerja sama yang terjalin. 

"Iya, tentu karena banyak juga pelaku UKM yang siap saji yang harus dikirim segera, itu juga akan sangat terbantu," ujar Fadli.

Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved