Dalam Setahun Pandemi Covid-19, Pengangguran di Indonesia Meningkat, Wapres RI Bongkar Penyebabnya

Selama setahun pandemi Covid-19, jumlah pengangguran di Indonesia tercatat mengalami peningkatan. Wapres Ma'ruf Amin mengatakan butuh terobosan

Penulis: Hilman Kamaludin | Editor: Darajat Arianto
zoom-inlihat foto Dalam Setahun Pandemi Covid-19, Pengangguran di Indonesia Meningkat, Wapres RI Bongkar Penyebabnya
Istimewa
Wapres Ma'ruf Amin saat berkunjung ke BLK Lembang, KBB, Rabu (23/3/2022).

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG BARAT - Selama satu tahun pandemi Covid-19, jumlah pengangguran di Indonesia tercatat mengalami peningkatan, sehingga Kementerian Tenaga Kerja diminta untuk menekan jumlah pengangguran tersebut.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), angka pengangguran di Indonesia pada Agustus 2020 hingga Maret 2021 meningkat dari 5,2 persen menjadi sekitar 7 persen.

Wakil Presiden Maruf Amin, mengatakan, persoalan ketenagakerjaan ini masih menjadi isu sentral yang membutuhkan langkah-langkah terobosan di dalam penanganannya.

"BPS mencatat angka pengangguran Agustus 2020 sampai Maret 2021 meningkat," ujarnya saat berkunjung ke Balai Pelatihan Kerja (BLK) Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Rabu (23/3/2022).

Maruf Amin menilai, meningkatnya pengangguran ini karena di lapangan masih sering terjadi permasalahan seperti tidak sesuainya daya serap industri dengan jumlah lulusan SMK, kurikulum yang disiapkan pun tidak sesuai dengan kebutuhan industri.

Selain itu, belum tersedianya peta industri di daerah, serta ketidaksesuaian penyediaan sarana dan prasarana yang digunakan di laboratorium dan bengkel pelatihan dengan kebutuhan industri, sehingga harus ada solusi linked and match untuk mengatasi permasalahan ini.

"Ketenagakerjaan agar terus diprioritaskan. Perlu langkah konkret untuk menjembatani kerja dengan permintaan pasar kerja dalam sebuah proses bisnis yang terpadu, serta membangun integrasi pelatihan, sertifikasi, dan penempatan," kata Ma'ruf.

Sementara untuk menekan angka pengangguran itu, kata Ma'ruf, dibutuhkan tenaga kerja yang siap menghadapi tantangan dengan keahlian spesifik di sektor industri.

Karena itu, pendidikan vokasi memiliki peran penting untuk menyiapkan tenaga kerja yang memiliki kompetensi.

Menurutnya, kebijakan pendidikan dan pelatihan vokasi berpengaruh terhadap kualitas tenaga kerja.

Sebab, dunia industri saat ini membutuhkan tenaga kerja dengan keterampilan dan keahlian yang spesifik. 

Untuk itu, Balai Latihan Kerja (BLK) dibawah Kemenaker diharapkan bisa menyiapkan SDM yang siap di berbagai industri.

Nantinya, keberhasilan pelatihan vokasi di BLK akan turut memberikan efek yang positif terhadap penurunan angka pengangguran.

"Saya optimis dan menaruh harapan bersama BLK-BLK di seluruh Indonesia akan semakin maju, mampu merespons kebutuhan dunia kerja, serta menumbuhkembangkan semangat kewirausahaan para lulusannya," ucapnya. (*)

Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved