Wanadri dan BBKSDA Jabar Gelar Sekolah Kader Konservasi di Taman Buru Masigit Kareumbi

Wanadri bekerja sama dengan BBKSDA Jawa Barat menyelenggarakan Sekolah Kader Konservasi Masigit Kareumbi (SKKMK) 2022.

Editor: Hermawan Aksan
wanadri.or.id
Foto ilustrasi: Perhimpunan Penempuh Rimba dan Pendaki Gunung Wanadri menyelenggarakan Sekolah Pendaki Gunung (SPG) 2016 di Kawasan Agroteknobisnis Sumedang (KAS) Taman Buru Masigit Kareumbi. 

TRIBUNJABAR.ID - Perhimpunan Penempuh Rimba dan Pendaki Gunung Wanadri bekerja sama dengan BBKSDA Jawa Barat menyelenggarakan Sekolah Kader Konservasi Masigit Kareumbi (SKKMK) 2022.

Kegiatan pelatihan untuk kader-kader konservasi ini akan dilangsungkan selama tiga hari, yaitu pada Jumat (25-3-2022) sampai dengan Minggu (27-3-2022), di Kampus Alam Taman Buru Masigit Kareumbi, Cicalengka, Kabupaten Bandung.

“Kegiatan pelatihan ini merupakan yang kedua kali kami selenggarakan. Yang petama kami laksanakan pada tahun 2019,” kata Rian "Bona" Hendra Laksana (W1450-AKA), Kepala Sekolah Kader Konservasi Masigit Kareumbi 2022.

Bona juga menjelaskan bahwa tema kegiatan kali ini adalah "Membangun Kesadaran Ekologis: Urgensi atas Deforestasi, Polusi Karbon, dan Pencemaran Lingkungan".

Bona menjelaskan bahwa SKKMK merupakan sebuah model diklat konservasi, berbasis pendidikan kader konservasi sumber daya alam dan ekosistem.

Model ini diadaptasi dan dikembangkan dari Pedoman Pembentukan Kader Konservasi yang telah digariskan oleh Kementerian LHK.

Seorang anggota senior Wanadri, Yudi “Kacus” Suyudiman (Angin Lembah), menambahkan bahwa pada diklat tersebut para peserta akan mendapatkan informasi dan pengetahuan mengenai pelestarian lingkungan hidup.

”Ada panduan yang dikeluarkan KLHK dan menjadi bagian dari silabus kurikulumnya. Panduan itu bisa dianggap sebagai acuan agar lulusan SKK juga menjadi ‘kader lingkungan’ di masyarakat,” tutur Yudi.

Materi pengetahuan lingkungan hidup yang disampaikan sangat bervariasi, dari pengenalan kehutanan, kepemimpinan, ekologi, dasar-dasar konservasi, pengelolaan sampah, bahkan hingga wisata alam, snake awareness dan bird watching.

”Para instruktur dari kalangan akademisi yang memiliki keahlian mumpuni, KLHK,  LSM penggiat lingkungan, serta tokoh-tokoh nasional yang berkecimpung dalam pelestarian lingkungan seperti Pak Doni Monardo dan Pak Sarwono, yang berupaya keras untuk hadir di tengah kesibukan mereka,” ujar Yudi memaparkan.

Bona juga menjelaskan syarat untuk menjadi peserta tidak sulit.

Calon peserta dapat mendaftarkan diri melalui bit.ly/SKKMK2022 dengan syarat usia 15–45 tahun, sudah mendapat dua kali vaksin Covid-19, serta menjadi Wali Pohon (dapat dilakukan saat pendaftaran).

“Info lengkap bisa diperoleh di 081288627974 atau 08170967697 atau di Instagram @wanadri_official dan @skkmk2022."

"Pendaftaran ditutup pada 21 Maret 2022 dengan kuota maksimal 100 peserta,” tutur Bona. (*)

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved