Warga Sumedang Mau Setop Proyek Tol Cisumdawu Dengan Berkemah, Satker: Itu Bukan Solusi!
Sejumlah warga Sumedang akan boikot proyek Tol Cisumdawu dengan cara mendirikan tenda dan berkemah di lokasi proyek.
Penulis: Kiki Andriana | Editor: Mega Nugraha
Laporan Kontributor TribunJabar.id Sumedang, Kiki Andriana.
TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Sejumlah warga Sumedang akan boikot proyek Tol Cisumdawu dengan cara mendirikan tenda dan berkemah di lokasi proyek. Sebabnya, ada sejumlah warga yang keberatan dengan nilai ganti untung yang diterima.
Atas rencana itu, Satker Tol Cisumdawu merespon dan mempersilahkan warga komplain dengan benar. Yakni, dengan jalur hukum.
Jika komplain dilakukan dengan cara-cara lain, seperti berkemah yang akan dilakukan ratusan warga di area proyek tol, dikhawatirkan hal itu mengganggu kenyamanan.
"Berkemah ini terkait pembebasan lahan bukan? Tampaknya komplain bisa ditempuh dengan jalur sesuai. Sampaikan keberatannya apa. Dengan berkemah itu, memang kemah suatu aksi, tapi bukan suatu solusi," kata Kepala Satker Cisumdawu Vidi Ferdian kepada TribunJabar.id, melalui sambungan telepon, Senin (21/3/2022).
Baca juga: Warga Sumedang Ancam Setop Proyek Tol Cisumdawu, Yayat: Tanah 1.378 Meter Cuma Dibayar 240 Meter!
Vidi mengatakan, jika komplain terkait lahan, maka hal itu bisa dibicarakan dengan Satker Lahan.
"Silakan adukan dengan jalur sesuai. Kalau berkemah, kelemahannya jalan itu kan fasilitas orang banyak, nanti banyak orang terganggu," katanya.
Vidi mengatakan, khusus Tol Cisumdawu Seksi II dengan ruas Pamulihan-Sumedang Utara, memang ada sebagian kendala berupa pembebasan lahan.
Namun, itu pun warga dipersilakan untuk komplain. Satker telah memberi mekanisme konsinyasi dengan Pengadilan Negeri Sumedang.
Pengadilan Negeri Sumedang akan memberikan pengertian terkait harga tanah menurut taksiran apraisal independen.
"Jika ada warga tidak sepakat dengan harga itu, sementara warga yang lain menerima, silakan bisa menggunakan jalur PN itu untuk komplain," katanya.
Saat ini, di Seksi II, Satker Tol Cisumdawu terus mengerjakan penyelesaian tol. Baik penyelesaian kontruksi, maupun penyelesaian fungsional.
Target pemerintah untuk Seksi II itu, kata Vidi, tetap berpatokan pada pengoperasian tol secepat mungkin.
"Penyelesaian kontruksi ditargetkan selesai pada bulan Agustus tahun ini, sementara tol difungsikan targetnya di awal Juli," kata Vidi.
Vidi mengatakan secara umum, setiap seksi tol sudah terkoneksi. Namun, keterhubungan itu masih diwarnai kendala-kendala seperti longsor imbas dari hujan ekstrem yang terus mengguyur Sumedang.
"Terpengaruh kondisi ekstrem, coba diatasi. Hanya ada longsor sepanjang 800 meter di tepatan Desa Sirnamulya dan Desa Mulyasari," katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/kemah-di-tol-cisumdawu.jpg)